Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

- Reporter

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui pelatihan wartawan ekonomi yang berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Rejang Lebong.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi wartawan untuk memperdalam pemahaman mengenai kebijakan dan perkembangan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta melihat secara langsung potensi ekonomi serta aktivitas masyarakat di sejumlah daerah.

Puluhan wartawan dari berbagai media di Provinsi Bengkulu mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan materi ekonomi, jurnalistik, diskusi, hingga kegiatan lapangan. Sejumlah isu strategis Bank Indonesia turut dibahas, mulai dari kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, hingga perlindungan konsumen.

Humas BI Provinsi Bengkulu, Alpi Jonson, yang mewakili Kepala Perwakilan BI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami informasi ekonomi.

Menurutnya, kebijakan ekonomi dan berbagai program Bank Indonesia perlu disampaikan melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

“Kemitraan antara Bank Indonesia dan media sangat penting dalam menjaga kualitas informasi ekonomi yang sampai ke masyarakat,” ujar Alpi Jonson pada Senin, (7/9/2026).

Ia menjelaskan, wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran dalam menjembatani kebijakan ekonomi dengan masyarakat. Terlebih, sejumlah kebijakan Bank Indonesia berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan menggali informasi langsung dari narasumber. Pembahasan tidak hanya menyentuh persoalan ekonomi makro, tetapi juga isu yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, salah satunya perkembangan transaksi pembayaran digital.

Salah satu materi yang diberikan yakni Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Para wartawan mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan pembayaran digital sekaligus pentingnya perlindungan konsumen dalam ekosistem transaksi keuangan.

Selain QRIS, peserta juga mendapatkan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Materi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kedudukan, fungsi, serta pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Tidak berhenti di ruang pelatihan, rangkaian kegiatan juga membawa para wartawan melihat langsung potensi ekonomi daerah. Peserta mengikuti kunjungan dan peliputan berbagai aktivitas ekonomi di Kabupaten Kepahiang, termasuk Festival Kopi.

Festival tersebut menjadi kesempatan bagi wartawan untuk melihat lebih dekat potensi kopi daerah sekaligus menggali cerita ekonomi dari sektor perkebunan. Mulai dari aktivitas petani, proses pengolahan, hingga peluang pemasaran produk kopi menjadi bagian yang dapat dikembangkan dalam pemberitaan.

Potensi kopi Kabupaten Kepahiang dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Karena itu, kegiatan peliputan lapangan diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru kepada wartawan dalam mengangkat potensi ekonomi lokal yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, aktivitas outdoor di Kabupaten Rejang Lebong turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Melalui aktivitas tersebut, wartawan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai kondisi dan potensi daerah.

Bagi insan pers, kegiatan tersebut menjadi momentum meningkatkan kapasitas dalam mengolah isu ekonomi menjadi berita yang informatif, faktual, dan mudah dipahami. Sementara bagi BI Bengkulu, kemitraan dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan komunikasi kebijakan kepada masyarakat.

Alpi berharap hubungan yang telah terjalin antara BI dan media dapat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi yang baik diperlukan untuk membangun ekosistem informasi ekonomi yang sehat dan membantu masyarakat memahami dinamika perekonomian secara lebih utuh.

Pelatihan wartawan ekonomi di Rejang Lebong akhirnya tidak sekadar menjadi agenda tahunan BI Bengkulu. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia pers, kebijakan ekonomi, transaksi digital, perlindungan konsumen, hingga potensi ekonomi lokal.

Dengan semakin kuatnya pemahaman wartawan terhadap isu ekonomi, informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan tidak hanya menjadi berita, tetapi juga mampu membantu masyarakat memahami perkembangan ekonomi dan mengambil keputusan secara lebih bijak.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Semangat Hidup William Soeryadjaya: Berjuang, Membangun, Lalu Berserah
TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu
Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional
Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi
GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Sinergi Program Bantu Rakyat
Cegah Karhutla Saat Kemarau, Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api
Pemprov Bengkulu Dorong Penyelesaian Lahan PT Bio Nusantara Teknologi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:18 WIB

Semangat Hidup William Soeryadjaya: Berjuang, Membangun, Lalu Berserah

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 September 2026 - 12:35 WIB

Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional

Rabu, 2 September 2026 - 13:36 WIB

Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi

Daerah

Bengkulu

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Senin, 7 Sep 2026 - 08:29 WIB

Bengkulu

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:25 WIB