ReportTimeNews, Bengkulu – Perjuangkan Aspirasi Kesehatan di Senayan, Destita Khairilisani Raih Penghargaan The Change Maker Awards 2026Bali – Anggota DPD/MPR RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., meraih penghargaan “The Change Maker Awards 2026” dari Seven Media Asia. Penghargaan tersebut diserahkan di Hotel Platinum Jimbaran Beach, Bali, Jumat (17/4/2026).
Destita menerima penghargaan pada kategori “The National Pioneer of Health-Centric Legislator” atas komitmennya mengawal kebijakan publik di bidang kesehatan, khususnya untuk masyarakat Bengkulu.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan kiprahnya dalam mendorong ketersediaan dan keterjangkauan obat hingga ke pelosok, serta advokasi pemerataan tenaga kesehatan. Ia juga aktif memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan distribusinya agar layanan kesehatan merata, terutama di wilayah terpencil.
Selain itu, Destita mendorong penguatan program kesehatan berbasis komunitas melalui edukasi preventif dan optimalisasi posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebagai legislator muda dan apoteker lulusan Universitas Indonesia, Destita dinilai menghadirkan kepemimpinan yang modern dan inklusif dalam menyerap aspirasi masyarakat, terutama dalam isu kesehatan.
Dalam sambutannya, Destita menyatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat atas amanah yang diembannya untuk masyarakat Bengkulu.
“Kesehatan adalah fondasi kesejahteraan. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk tenaga medis dan masyarakat Bengkulu. Menjadi legislator berorientasi kesehatan bukan sekadar tugas, tetapi panggilan profesi saya sebagai apoteker,” ujarnya.
Ajang The Change Maker Awards merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada pemimpin dan figur publik di Asia yang dinilai mampu menghadirkan perubahan nyata dan inovatif bagi masyarakat.
Dalam kiprahnya, Destita juga konsisten mendorong kedaulatan farmasi nasional guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat. Ia turut menginisiasi peningkatan anggaran untuk standardisasi fasilitas kesehatan di desa, termasuk puskesmas dan balai kesehatan agar setara dengan wilayah perkotaan.
Di sisi lain, Destita aktif mengawal regulasi yang melindungi tenaga kesehatan, termasuk apoteker, sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam pelayanan publik.
Tak hanya di sektor kesehatan, Destita juga memperjuangkan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas di Bengkulu, khususnya bagi perempuan dan pemuda melalui pengembangan industri kreatif dan pengolahan hasil alam.
Ia juga mendorong peningkatan konektivitas infrastruktur daerah guna memperlancar distribusi logistik dan membuka akses wilayah terisolasi.
Dengan latar belakang sebagai praktisi kesehatan dan legislator, Destita menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Bengkulu menjadi provinsi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.







