ReportTimeNews, Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama jajaran TNI memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program “Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih”.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kodam XXI/Radin Inten, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (3/9).
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni maupun dokumen administratif. Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah menangani berbagai persoalan masyarakat.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen dan amanah undang-undang mengenai tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu tugas pemerintah di daerah. TNI lahir dari rakyat dan bekerja sepenuhnya untuk rakyat,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Kodam XXI/Radin Inten akan mengerahkan personel dan infrastruktur yang dimiliki untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah. Sasaran utamanya adalah masyarakat miskin, wilayah terisolir, serta daerah yang membutuhkan penanganan maupun bantuan secara cepat.
“Kita fokus pada program yang langsung menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat miskin, terisolir, dan membutuhkan bantuan darurat,” ujar Kristomei.
Dukungan TNI nantinya tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik. Keberadaan Babinsa yang tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan dinilai menjadi kekuatan penting karena memungkinkan pemetaan kebutuhan masyarakat dilakukan lebih dekat dan cepat, termasuk di wilayah terpencil.
Salah satu program yang menjadi prioritas adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut diarahkan agar warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak. Selain rumah, pembangunan infrastruktur prioritas seperti jembatan juga masuk dalam sasaran kerja sama.
Di sisi lain, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pangdam XXI/Radin Inten beserta jajaran TNI terhadap pembangunan di Bengkulu. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam kerja sama yang lebih teknis.
Helmi menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk segera menindaklanjuti kesepakatan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perangkat daerah terkait. Dengan demikian, perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program dapat berjalan secara terpadu, akuntabel, dan transparan.
Para kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu juga menyatakan kesiapan mendukung program tersebut, termasuk melalui pemetaan wilayah prioritas dan dukungan penganggaran sesuai kewenangan masing-masing.
Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Program “Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih” ditargetkan mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah miskin, terpencil, dan membutuhkan intervensi pemerintah.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, memutus rantai kemiskinan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.






