ReportTimeNews, Bengkulu – apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., terpilih sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) 07 Gerakan Pramuka Bengkulu periode 2026–2031. Ia membawa agenda penguatan karakter generasi muda, pembenahan tata kelola organisasi, serta peningkatan kegiatan sosial agar Gerakan Pramuka semakin berkontribusi bagi masyarakat.
Destita ditetapkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) VIII Gerakan Pramuka Bengkulu yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 di Aula BPSDM Provinsi Bengkulu. Musda mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Program Pemerintah Provinsi Bengkulu”.
Anggota DPD RI/MPR RI dari daerah pemilihan Bengkulu tersebut mengatakan, Gerakan Pramuka harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan. Menurutnya, pembaruan program diperlukan agar Pramuka tetap diminati anak-anak dan remaja serta menjadi wadah pembentukan karakter, kemandirian, dan pengembangan diri.
Destita mengajak seluruh jajaran pengurus, termasuk pengurus periode sebelumnya serta kwartir cabang kabupaten dan kota, memperkuat kerja sama dalam menjalankan program organisasi. Ia menilai dukungan seluruh anggota dan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan kegiatan kepramukaan.
“Terima kasih atas kesempatan dan dukungan yang diberikan. Saya tidak bisa berdiri di sini tanpa bantuan, dukungan, dan doa restu dari kakak-kakak semua. Saya memohon dukungan dan kerja sama agar kita dapat bergerak bersama untuk memberikan dampak melalui kegiatan Pramuka,” ujar Destita.
Untuk lima tahun ke depan, Destita menetapkan visi membentuk generasi muda yang berintegritas, mandiri, inovatif, berkarakter mulia, dan berdaya saing. Visi tersebut akan dijalankan melalui tiga misi, yakni mengimplementasikan nilai-nilai Dharma Pramuka dalam pembangunan dan pembentukan pemimpin berkarakter Pancasila, memperkuat tata kelola organisasi secara profesional, serta meningkatkan kegiatan kepramukaan melalui aksi sosial, kesiapsiagaan bencana, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Sejumlah program prioritas juga disiapkan, meliputi penguatan karakter dan bela negara berbasis Pancasila serta kearifan lokal, pengelolaan bumi perkemahan secara profesional dan berkelanjutan, serta peningkatan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Destita menegaskan, kegiatan Pramuka tidak cukup hanya berorientasi pada pembinaan internal organisasi. Gerakan ini perlu hadir menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan sosial, dukungan kesiapsiagaan bencana, serta pengembangan keterampilan generasi muda yang relevan dengan tantangan masa kini.
Sebagai arah gerakan selama periode kepemimpinannya, Destita mengusung tagline “Pramuka Bergerak, Berdampak, Bersama Bantu Rakyat.” Tagline tersebut menekankan pentingnya kegiatan kepramukaan yang aktif, memberikan manfaat nyata, dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.
“Pramuka harus bergerak dan memberikan dampak. Dampak yang ingin kita raih adalah bagaimana kita bersama-sama membantu rakyat, khususnya masyarakat Provinsi Bengkulu,” kata Destita, yang juga merupakan Anggota Komite IV DPD RI.
Melalui kepemimpinan periode 2026–2031, Gerakan Pramuka Bengkulu diarahkan untuk memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus memperluas kontribusi sosial. Pelaksanaan program tersebut membutuhkan sinergi seluruh jajaran Pramuka, pemerintah daerah, dan masyarakat agar kegiatan kepramukaan dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas.






