ReportTimeNews, Bengkulu – Bengkulu punya potensi besar, dari laut hingga daratan. Tapi sayangnya, ekspor produk lokal dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor perikanan masih tergolong minim. Untuk itu, pemerintah melalui berbagai instansi terkait mendorong mereka untuk mulai melangkah ke pasar internasional. Caranya? Mudah, murah, dan penuh dukungan.
Ajakan ini mengemuka dalam acara Sharing Session bertema “Ekspor Itu Mudah, UMKM Bisa Naik Kelas” yang digelar di Aula Kantor Bea Cukai Bengkulu, Rabu (16/4/2025). Acara ini dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM, baik yang sudah ekspor maupun yang baru ingin memulai.
Kepala Bea Cukai Bengkulu, Koen Rachmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi sejumlah instansi teknis untuk menjawab keresahan pelaku usaha terkait prosedur ekspor.
“Potensi sumber daya alam Bengkulu luar biasa—kopi, karet, CPO, ikan, hingga lintah. Tapi yang benar-benar diekspor masih sangat sedikit. Lewat forum ini, kami ingin tahu hambatannya dan berikan solusi langsung,” ujarnya.
Koen juga menegaskan pentingnya mutu produk, kelengkapan dokumen, serta jalur logistik yang jelas untuk mendukung ekspor yang berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadaniwati, menegaskan bahwa proses perizinan kini semakin mudah. Dokumen seperti Surat Keterangan Asal (SKA) dan Dokumen Asal Barang (DAB) bisa diurus secara online maupun offline.
“Kita tidak ingin produk dari Bengkulu justru terkenal lewat nama daerah lain. Apalagi dengan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai sebagai gerbang ekspor, ini saatnya UMKM kita tampil di panggung global,” katanya antusias.
Plt Kepala BPPMHKP Bengkulu, Aan Fibro Widodo, yang juga selaku inisiator kegiatan mengajak generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman.
“Menjadi abdi negara bukan satu-satunya jalan sukses. Bengkulu kaya potensi. Kita bisa jadi pengusaha sukses dengan produk yang tembus pasar ekspor. Dan yang lebih penting, izin ekspor sekarang gratis untuk dokumen mutu!” jelas Aan.
Ia bahkan menyebut generasi muda sebagai entertainer ekonomi masa depan—yang bukan hanya bekerja untuk diri sendiri, tapi juga menciptakan lapangan kerja.
Dari sisi keamanan produk, Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, memberikan tips penting. Ia menegaskan bahwa pengurusan izin seperti registrasi pangan, nomor izin edar, dan sertifikasi produk bisa dilakukan sendiri—tanpa calo.
“Urusnya mudah, bisa dari rumah, dan biayanya murah. Tapi ingat, sanitasi dan kebersihan produk itu wajib. Setelah dokumen lengkap, baru dilakukan pengecekan lapangan,” tegas Yogi.
Dukungan juga datang dari sektor logistik. GM PT Garuda Indonesia Bengkulu, Bobby Pratama, memastikan pihaknya siap memfasilitasi pengiriman produk ekspor dari Bengkulu ke berbagai negara.
“Selama dokumen lengkap, semua jenis barang bisa dikirim. Kami juga sediakan kargo dengan harga standar dan promo khusus untuk mendukung UMKM,” jelas Bobby.
Kendati demikian ditambahkan, dengan sinergi kuat antarinstansi, kemudahan layanan, serta semangat para pelaku usaha, saatnya Bengkulu tak lagi jadi penonton. Produk lokal punya potensi besar untuk bersaing di pasar internasional. Mulai dari laut hingga pegunungan—Bengkulu siap unjuk gigi.