ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan banjir di Kota Bengkulu melalui peninjauan infrastruktur pengendali banjir Sungai Air Bengkulu, Rabu (14/10/2026).
Peninjauan tersebut diikuti Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, yang mewakili Gubernur Bengkulu, bersama Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudi Suliastianto Wahid, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Wil Mushawiry Suryana, unsur TNI-Polri, serta jajaran instansi terkait.
Kegiatan ini dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur pengendali banjir sekaligus menyelaraskan langkah antisipasi menghadapi potensi banjir menjelang musim hujan 2026.
Pemprov Bengkulu mengapresiasi upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Sumatera VII dalam menangani persoalan banjir di Kota Bengkulu. Namun, penanganan banjir yang kerap terjadi akibat meluapnya Sungai Air Bengkulu membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota.
Selain infrastruktur pengendali banjir di sepanjang sungai, sistem drainase perkotaan juga menjadi perhatian. Pemeliharaan saluran secara rutin serta penanganan titik-titik rawan genangan dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, upaya pengendalian banjir perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari penanganan aliran sungai hingga pembenahan drainase di kawasan perkotaan. Setiap pihak diharapkan menjalankan langkah sesuai tugas dan kewenangannya agar penanganan lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui peninjauan tersebut, Pemprov Bengkulu bersama pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat mendorong penguatan koordinasi serta pemeliharaan infrastruktur sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Sinergi lintas sektor diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak banjir, sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan serta perlindungan masyarakat di Kota Bengkulu.






