ReportTimeNews.com, Bengkulu – Persiapan pelaksanaan karya bakti skala besar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersama pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu telah mencapai 80 persen. Di saat yang sama, Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi bencana alam.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin (12/10), yang dipimpin Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan dihadiri unsur TNI, Polri, instansi kebencanaan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia, Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik, perwakilan BMKG, Balai Wilayah Sungai VII, serta lembaga vertikal terkait.
Helmi Hasan menegaskan, langkah antisipasi bencana harus dipersiapkan secara matang dan melibatkan seluruh unsur terkait. Menurutnya, upaya mitigasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengurangi risiko dan dampak bencana yang berpotensi terjadi di Bengkulu.
“Segala upaya mitigasi di darat ataupun di langit akan kita lakukan,” tegas Helmi.
Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi, mulai dari upaya pencegahan hingga kesiapan penanganan ketika bencana terjadi. Kesamaan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing instansi dinilai penting agar langkah penanganan dapat berjalan efektif.
Selain membahas mitigasi bencana, rapat tersebut mematangkan persiapan karya bakti skala besar yang akan dilaksanakan Kopassus bersama pemerintah daerah.
Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia memaparkan perkembangan persiapan kegiatan tersebut. Hingga rapat berlangsung, progres persiapan dilaporkan telah mencapai 80 persen.
Capaian itu menjadi bagian dari pematangan berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk koordinasi antarlembaga, kesiapan personel, dan dukungan pemerintah daerah.
Rapat koordinasi juga menjadi forum untuk menyelaraskan langkah TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi teknis dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mendukung pelaksanaan karya bakti.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemprov Bengkulu berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin baik dan pelaksanaan karya bakti skala besar dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat.






