BRIEF 2026 Dibuka, Bengkulu Kejar Investasi Rp5,75 Triliun dan Pasar Ekspor

- Reporter

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu membidik perluasan investasi dan pasar ekspor untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi Bengkulu tercatat Rp2,85 triliun atau 49,67 persen dari target tahunan sebesar Rp5,75 triliun.

Upaya memperluas peluang tersebut dilakukan melalui Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 yang dibuka Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Mercure Hotel Bengkulu, Senin (12/10). Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra bisnis internasional.

Mengusung tema Connecting Opportunities, Driving Economic Transformation, kegiatan tersebut dihadiri investor dan mitra usaha dari Tunisia, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, dan Malaysia.

Mian mengatakan, investasi berperan penting dalam meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, serta mendorong transformasi ekonomi Bengkulu agar lebih produktif dan berdaya saing.

“Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar dan terbuka bagi investor. Karena itu, kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar peluang investasi yang ada dapat direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mian.

Ia menegaskan, Pemprov Bengkulu berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan dan mengawal proses investasi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), mulai dari perizinan hingga realisasi penanaman modal.

Menurut Mian, investasi yang masuk diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat usaha lokal dan meningkatkan daya saing produk unggulan Bengkulu di pasar nasional maupun internasional.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu terbuka untuk investasi dan siap menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Ekspor Bengkulu Masih Bertumpu pada Pasar Tertentu

Selain investasi, perluasan pasar ekspor menjadi perhatian dalam BRIEF 2026. Data Januari hingga Agustus 2026 yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan India menjadi negara tujuan ekspor utama Bengkulu dengan nilai US$21,97 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$13,46 juta.

Ekspor ke Pakistan juga meningkat dari US$3,68 juta pada Januari–Agustus 2025 menjadi US$9,32 juta pada periode yang sama tahun 2026.

Sebaliknya, ekspor ke Filipina tercatat US$7,77 juta, turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$9,79 juta. Ekspor ke kawasan ASEAN juga mengalami penurunan, dari US$29,62 juta menjadi US$11,59 juta.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi Bengkulu untuk memperluas jaringan perdagangan dan mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

“Penguatan investasi dan perdagangan perlu berjalan beriringan. Potensi daerah harus didukung dengan promosi yang tepat, perluasan akses pasar, serta kolaborasi yang mampu menghubungkan pelaku usaha lokal dengan peluang bisnis yang lebih luas,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, BRIEF 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan potensi usaha Bengkulu dengan kebutuhan investor sekaligus memperkuat jejaring perdagangan internasional.

Melalui forum tersebut, peningkatan konektivitas bisnis diharapkan dapat membuka peluang investasi baru, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Bengkulu. Realisasi peluang tersebut menjadi penting agar investasi dan perdagangan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Berita Terkait

DPRD Bengkulu Minta Kendala RTRW dan Amdal Kantor Wali Kota Dicarikan Solusi
Pemprov Bengkulu Perkuat Koordinasi Pengendalian Banjir Sungai Air Bengkulu
Pendidikan Jadi Prioritas Bengkulu 2027, Sekolah Disiapkan Kipas Angin dan Dispenser
Rp20 Miliar Digelontorkan, Jalan Rawa Makmur Dibangun untuk Atasi Banjir
SPAM Kobema Mulai Diuji, 11.361 Rumah Sudah Terpasang Sambungan Air
Helmi Hasan Lanjutkan Pembangunan Jalan Mulus, Rawa Makmur Disasar
Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat, Persiapan Karya Bakti Kopassus Capai 80 Persen
Helmi Hasan Satukan Kepala Daerah, Mitigasi Bencana dan Bantu Rakyat Jadi Fokus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bengkulu Minta Kendala RTRW dan Amdal Kantor Wali Kota Dicarikan Solusi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Koordinasi Pengendalian Banjir Sungai Air Bengkulu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas Bengkulu 2027, Sekolah Disiapkan Kipas Angin dan Dispenser

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Rp20 Miliar Digelontorkan, Jalan Rawa Makmur Dibangun untuk Atasi Banjir

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:07 WIB

SPAM Kobema Mulai Diuji, 11.361 Rumah Sudah Terpasang Sambungan Air

Daerah