ReportTimeNews, Bengkulu – Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Bengkulu masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pemerintah mendorong semakin banyak pekerja, baik di sektor formal maupun informal, terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam ajang Jamsostek Award 2026 Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Balai Raya Semarak, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Helmi mengatakan, perluasan perlindungan pekerja membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, hingga unsur masyarakat perlu membangun kerja sama agar kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin luas.
“Pemerintah provinsi perlu berkolaborasi bersama semua stakeholder yang ada di Provinsi Bengkulu untuk memperkuat pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan ini,” ujar Helmi.
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada pekerja ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan. Karena itu, ia mengapresiasi daerah, perusahaan, desa, dan kelurahan yang dinilai telah berupaya mendaftarkan pekerjanya dalam program tersebut.
“Tepat di acara Jamsostek Award 2026 ini saya sangat mengapresiasi kabupaten kota, pelaku usaha, desa dan kelurahan yang telah peduli dan konsisten dalam mendaftarkan pekerjanya ke jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.
Helmi menegaskan, Pemprov Bengkulu akan terus mendorong perluasan kepesertaan sehingga perlindungan jaminan sosial tidak hanya dinikmati oleh sebagian pekerja. Upaya tersebut akan dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel BPJS Ketenagakerjaan, Kuncoro Budi Winarno, menyatakan pihaknya siap memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah di Bengkulu.
“Kita BPJS sangat menyambut baik untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar program jaminan sosial ketenagakerjaan semakin baik untuk Provinsi Bengkulu,” ujar Kuncoro.
Menurut Kuncoro, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja.
Ia menjelaskan, Jamsostek Award 2026 juga menjadi bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai konsisten menjalankan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Jamsostek Award 2026 ini hadir untuk memberikan apresiasi terhadap para pelaku yang telah peduli dan konsisten dalam menjalankan program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk para pekerja,” katanya.
Dalam Jamsostek Award 2026 Provinsi Bengkulu, penghargaan diberikan dalam empat kategori. Untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, juara pertama diraih Bengkulu Utara, disusul Kaur dan Mukomuko.
Kategori Usaha Besar/Menengah menempatkan Daria Dharma Pratama sebagai juara pertama, Sandabi Indah Lestari Unit Bio di posisi kedua, dan Agro Muko Grup di posisi ketiga.
Sementara kategori Usaha Kecil/Mikro dimenangkan Anugerah Quba Mandiri, kemudian Albaik Sukses Farm dan Alinda Jaya Abadi. Untuk kategori Pemerintah Desa/Kelurahan, juara pertama diraih Desa Padang Jaya, disusul Desa Marga Sakti dan Desa Nakau.
Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemicu bagi pihak lain untuk ikut memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan semakin banyak pekerja yang terlindungi, pemerintah berharap risiko sosial dan ekonomi yang dihadapi pekerja dapat ditekan.






