ReportTimeNews, Bengkulu – Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi ajang memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk ketahanan pangan.
Semangat tersebut mengemuka dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 yang digelar di Balai Raya Semarak, Jumat (28/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, bertindak sebagai pemimpin apel mewakili Gubernur Bengkulu sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Bengkulu, Helmi Hasan.
Dalam amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso yang dibacakan R.A. Denni, ditegaskan bahwa swasembada pangan tidak dapat dipandang sebatas persoalan pertanian. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, termasuk pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan hingga pengelolaan sumber daya.
Generasi muda juga dinilai perlu memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai persoalan di lingkungan sekitar dan ikut mencari solusi. Karena itu, Gerakan Pramuka dinilai memiliki ruang yang cukup besar untuk membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemandirian.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Pramuka tahun ini. Pramuka diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kepanduan, tetapi mampu menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk berkreasi, berinovasi dan mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain apel, momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi dengan penyerahan Lencana Melati sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian dalam membina serta mengembangkan Gerakan Pramuka.
Sejumlah penerima penghargaan di antaranya Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizd, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, serta Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada sejumlah tokoh dan pembina Pramuka lainnya yang dinilai telah berkontribusi dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Provinsi Bengkulu.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Bengkulu pun menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda ke depan semakin beragam. Kreativitas, keterampilan, inovasi dan kemandirian menjadi bekal penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat, termasuk mewujudkan swasembada pangan.






