Inovasi Drop Tank Percepat Layanan Kargo Curah Cair di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

- Reporter

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu – Di tengah denyut aktivitas Pelabuhan Pulau Baai, sebuah inovasi yang tampak sederhana justru membawa perubahan besar bagi dunia logistik Bengkulu. Sistem drop tank yang diterapkan dalam layanan kargo curah cair kini tidak hanya mempercepat proses pemuatan barang, tetapi juga membuka harapan baru bagi penguatan ekonomi daerah melalui distribusi komoditas unggulan yang lebih efisien dan berdaya saing.

Sebagai gerbang logistik dan perdagangan Provinsi Bengkulu, Pelabuhan Pulau Baai memegang peran penting dalam menghubungkan hasil-hasil industri daerah dengan berbagai wilayah di Indonesia. Komitmen itu diwujudkan melalui optimalisasi layanan curah cair yang mendukung kelancaran rantai pasok industri hilir kelapa sawit. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Bengkulu, bagian dari Pelindo Group, terus berupaya menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih modern guna memperlancar arus barang dan meningkatkan efisiensi logistik.

Harapan tersebut terlihat pada aktivitas pemuatan komoditas Olein sebanyak 3.500 ton ke kapal MT Bangun Rejo tujuan Jawa Tengah yang bersandar di Dermaga Nusantara Luar Lama pada 8 Juni 2026. Pemuatan dilakukan menggunakan sistem drop tank, yakni metode penanganan curah cair yang memungkinkan muatan dari truk ditampung lebih dulu dalam tangki transit sebelum dipompa ke kapal. Cara ini terbukti mampu mempercepat proses bongkar muat sekaligus menjaga kualitas dan keamanan komoditas selama proses berlangsung.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, menjelaskan bahwa penerapan sistem drop tank merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan, kecepatan operasional, efisiensi biaya logistik, serta aspek keselamatan dalam penanganan kargo curah cair.
Menurutnya, pemuatan Olein sebanyak 3.500 ton tersebut menjadi bukti kesiapan Pelabuhan Pulau Baai dalam melayani komoditas curah cair secara lebih efektif, efisien, dan aman.

“Ini adalah layanan kedua yang dilakukan oleh PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu setelah layanan perdana pada awal Mei lalu. Penerapan sistem ini mampu meningkatkan produktivitas hingga mencapai 84 ton per jam, melampaui target 63 ton per jam yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Laut. Dengan layanan drop tank, produktivitas bahkan meningkat dua kali lipat dibanding metode konvensional yang hanya sekitar 40 ton per jam,” ujar Choiron.

Lebih jauh, Choiron menilai keberhasilan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Pulau Baai dalam mendukung distribusi komoditas unggulan Bengkulu ke berbagai daerah. Selain meningkatkan efisiensi operasional, sistem ini juga mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa Olein sebagai salah satu produk turunan kelapa sawit memiliki peran penting sebagai bahan baku industri pangan, minyak goreng, hingga berbagai produk manufaktur.
“Kelancaran distribusi komoditas ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas industri dan rantai pasok nasional,” katanya.

Optimisme serupa disampaikan General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi. Dikatakannya, aktivitas pemuatan Olein menjadi indikator meningkatnya pemanfaatan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat distribusi komoditas unggulan daerah.

Dimas mengatakan, seiring upaya normalisasi alur pelayaran yang terus dilakukan, kapasitas dan aktivitas kepelabuhanan di Pulau Baai diyakini akan terus meningkat.
“Hal ini membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan arus barang, peningkatan konektivitas logistik, serta pengembangan sektor industri dan perdagangan di Bengkulu,” terang Dimas.

Ia menambahkan, Pelindo bersama seluruh entitas dalam Pelindo Group terus berkolaborasi meningkatkan keandalan layanan dan kesiapan infrastruktur agar mampu mengakomodasi kebutuhan logistik yang terus berkembang.
“Pelabuhan Pulau Baai merupakan gerbang logistik utama yang mendukung arus perdagangan dan distribusi komoditas unggulan Bengkulu. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan operasional serta fasilitas, baik untuk curah cair, curah kering maupun general cargo. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pelabuhan Pulau Baai diharapkan semakin berperan sebagai pusat logistik dan perdagangan yang berdaya saing serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” papar Dimas.

Senada dengan itu, SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menyebut implementasi layanan drop tank merupakan bagian dari strategi inovasi perusahaan yang sebelumnya telah sukses diterapkan di Pelabuhan Pangkal Balam dan kini dikembangkan di Bengkulu sebagai cabang kedua.
Fiona menyatakan, dampaknya mulai terlihat pada kinerja operasional perusahaan. Hingga Mei 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu mencatat throughput sebesar 1,02 juta ton/m3 atau tumbuh 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 983,7 ribu ton/m3. Kinerja paling mencolok terjadi pada segmen curah cair yang mencapai 212,7 ribu ton atau melonjak 93,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Segmen ini juga melampaui RKAP dengan capaian 174,38 persen. Selain itu, bag cargo mencapai 33,5 ribu ton atau naik 79 persen dibandingkan Mei 2025 dan melampaui target sebesar 116,72 persen,” jelas Fiona.

Di balik deretan angka tersebut, tersimpan gambaran yang lebih besar tentang masa depan logistik Bengkulu. Sebagai simpul penting di wilayah barat Sumatera, Pelabuhan Pulau Baai kini melayani berbagai komoditas mulai dari batu bara, clinker, limestone, cangkang, CPO, aspal, hingga alat berat dan material konstruksi.

Dengan inovasi drop tank yang terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi, pelabuhan ini perlahan menjelma bukan hanya sebagai tempat bongkar muat barang, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi yang menghubungkan Bengkulu dengan pasar nasional bahkan internasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sebanyak 390 Jemaah Haji Kloter PDG 03 Tiba, Disambut Haru Keluarga
Bengkulu Satukan Langkah Susun Kebijakan Perlindungan Mangrove
Kloter Pertama Haji Bengkulu Tiba, 393 Jamaah Pulang Selamat
BKAD Kebut Pencairan Gaji ke-13, Rp60 Miliar Disiapkan
Gubernur Helmi Percepat Gaji ke-13, ASN Tak Perlu Menunggu Lama
Soal Harga Sawit, Pemprov Bengkulu Keluarkan Dua Surat Tegas
Pemprov Bengkulu Perkuat SDM Digital, Pengelola Medsos OPD Dibekali Strategi Komunikasi Publik
Momen Idul Adha, PTP Nonpetikemas Tebar Kurban untuk Masyarakat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:10 WIB

Inovasi Drop Tank Percepat Layanan Kargo Curah Cair di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Senin, 8 Juni 2026 - 11:29 WIB

Sebanyak 390 Jemaah Haji Kloter PDG 03 Tiba, Disambut Haru Keluarga

Senin, 8 Juni 2026 - 11:12 WIB

Bengkulu Satukan Langkah Susun Kebijakan Perlindungan Mangrove

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:26 WIB

Kloter Pertama Haji Bengkulu Tiba, 393 Jamaah Pulang Selamat

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:23 WIB

BKAD Kebut Pencairan Gaji ke-13, Rp60 Miliar Disiapkan

Daerah

Bengkulu

Kloter Pertama Haji Bengkulu Tiba, 393 Jamaah Pulang Selamat

Minggu, 7 Jun 2026 - 16:26 WIB

Bengkulu

BKAD Kebut Pencairan Gaji ke-13, Rp60 Miliar Disiapkan

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:23 WIB