ReportTimeNews, Bengkulu – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Bengkulu resmi menggelar Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks sekolah yang berlokasi di Jalan Serawai, Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya operasional sekolah di gedung permanen setelah selama satu tahun proses belajar mengajar dilaksanakan di Sentra “Dharma Guna” Bengkulu.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Anggota DPD RI asal Bengkulu Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi, serta sejumlah pejabat dari pemerintah pusat dan daerah.
Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi bentuk dukungan terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, Senator Destita menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama mewujudkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bengkulu. Menurutnya, sinergi lintas kementerian, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Sentra Dharma Guna, hingga berbagai instansi terkait menjadi kunci cepatnya penyelesaian pembangunan sekolah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak lintas kementerian, Pemprov Bengkulu, dan Sentra Dharma Guna yang luar biasa mendampingi sejak awal berdirinya sekolah rakyat tahun lalu hingga hari ini. Prosesnya sangat cepat, sangat rapi, dan Insya Allah sebentar lagi seluruh fasilitasnya benar-benar paripurna,” ujar Destita.
Ia mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi peserta didik untuk meraih cita-cita sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Semua ini adalah bukti nyata pendidikan gratis yang dibiayai oleh negara. Mudah-mudahan adik-adik kita dari tingkat SD, SMP, hingga SMA bisa belajar dengan baik, meraih cita-citanya, dan kelak mengangkat derajat orang tuanya,” kata Destita.
Destita juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta seluruh kementerian yang terlibat dalam pembangunan sekolah tersebut. Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi langkah besar dalam pemerataan pendidikan di Provinsi Bengkulu.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan terima kasih kepada seluruh lintas kementerian yang telah mewujudkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Provinsi Bengkulu,” ucapnya.
Menurut Destita, sekolah yang berdiri di atas lahan seluas enam hektare tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Mulai dari asrama putra dan putri, gedung sekolah, gedung serbaguna, hingga lapangan olahraga telah tersedia untuk menunjang proses belajar para siswa.
“Untuk di Provinsi Bengkulu ini luasnya enam hektare dan sudah tersedia asrama putra-putri, gedung sekolah, gedung serbaguna, serta lapangan olahraga. Mudah-mudahan ke depan fasilitasnya terus ditambah agar semakin baik,” ujar Destita.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara resmi membuka kegiatan MPLS dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 3. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sang Saka Merah Putih dan Indonesia tercinta. Negara yang ingin maju harus fokus pada pendidikan, dan hari ini kita menjadi saksi sejarah bahwa api kebangkitan itu mulai dikobarkan dari Provinsi Bengkulu, Bumi Merah Putih,” ujar Helmi Hasan.
Helmi mengatakan seluruh anak bangsa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi. Ia pun mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh.
“Setiap anak bangsa harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan berkualitas. Hari ini seolah kita berada di sekolah internasional, maka bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini,” kata Helmi.
Gubernur juga mengapresiasi hadirnya Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah pusat yang diyakini mampu melahirkan generasi Bengkulu yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pemerataan pendidikan dapat terwujud.
Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan seluruh sarana dan prasarana telah dipastikan siap digunakan sebelum peserta didik mengikuti MPLS. Pengecekan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi aman dan layak.
“Kami dari Kementerian Sosial memastikan seluruh sarana dan prasarana yang disiapkan oleh Kementerian PU dalam kondisi baik. Air bersih, listrik, dan seluruh fasilitas dipastikan aman karena konsep sekolah ini adalah sekolah berasrama yang aman dan ramah anak,” ujar Hari.
Ia menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 telah mencapai 100 persen, meski masih terdapat beberapa pekerjaan akhir berupa pembersihan pada asrama SD dan rumah susun guru. Secara keseluruhan, seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Pembangunan sudah 100 persen. Hanya ada beberapa gedung yang masih dalam proses clean up, seperti asrama SD dan rumah susun guru, sementara fasilitas lainnya sudah siap digunakan,” katanya.
Hari menjelaskan kompleks sekolah terdiri dari sekitar 29 unit bangunan yang meliputi gedung belajar, asrama putra dan putri, ruang makan, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, ruang ibadah, hingga fasilitas olahraga. Seluruh fasilitas tersebut mulai difungsikan bersamaan dengan dimulainya kegiatan MPLS pada 20 Juli 2026.
Ia menambahkan setelah pembukaan MPLS, peserta didik akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis selama dua hari. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh siswa dalam kondisi sehat sebelum mengikuti proses pembelajaran.
“Setelah pembukaan hari ini, besok dan lusa anak-anak akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Jika ditemukan kendala kesehatan akan dilakukan penanganan terlebih dahulu, kemudian mulai 23 Juli mereka mengikuti MPLS hingga 31 Juli sebelum memasuki masa matrikulasi pada bulan depan,” tutur Hari.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menerima sebanyak 270 peserta didik yang terdiri dari jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Rinciannya meliputi 120 siswa SMA baru yang terbagi dalam empat rombongan belajar, 90 siswa SMP, serta 52 siswa SD yang akan ditambah menjadi 60 peserta didik sesuai hasil pendataan keluarga kurang mampu.
Hari menegaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 akan melayani peserta didik dari sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu yang belum memiliki Sekolah Rakyat. Sementara Kabupaten Kaur akan menjalankan program serupa secara mandiri dengan jadwal pembukaan MPLS yang direncanakan pada 27 Juli 2026.






