Sektor Kelapa Sawit Bengkulu Sumbang Pajak Rp457 Miliar

- Reporter

Minggu, 20 November 2022 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung mencatat kontribusi sektor kelapa sawit terhadap penerimaan pajak di Bengkulu mencapai 24 persen atau Rp457 miliar dari total penerimaan pajak sebesar Rp 1,9 triliun hingga Oktober 2022.
Pejabat Fungsional Kantor Pajak Pratama Bengkulu 2, Andri Setiawan mengatakan, penerimaan pajak dari sektor kelapa sawit cukup baik sejak dibebaskannya pembatasan ekspor CPO Juli lalu.
“Kami mencatat kontribusi penerimaan pajak dari sektor kelapa sawit cukup besar di Bengkulu mencapai 24 persen dari komoditas lain,” kata Andri, Minggu (20/11).
Pihaknya mencatat sektor usaha lainnya juga berkontribusi ke daerah seperti perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 469 miliar, administrasi pemerintah dan jaminan sosial Rp 387,9 miliar, pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp 161 miliar, dan sektor lainnya Rp 523 miliar. 
“Selama ini banyak sektor yang sudah berkontribusi ke penerimaan pajak di Bengkulu, kita berharap ada sektor lain yang nanti bisa berkontribusi juga,” tuturnya.
Menurutnya, masih banyak potensi penerimaan pajak yang belum tergarap. Bahkan menurutnya, potensi penerimaan dari sektor pajak masih bisa besar lagi. Pasalnya, masih ada ribuan wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan yang belum membayar pajak kepada negara.
“Potensi penerimaan pajak masih besar di Bengkulu yang belum tergarap,” tuturnya.
Ia mengakui kesadaran masyarakat Indonesia termasuk Bengkulu dalam membayar pajak masih sangat rendah jika dibandingkan Negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Hal ini tercermin dari rendahnya tax ratio Indonesia, padahal penerimaan pajak tersebut bisa dimaksimalkan dalam pembangunan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kesadaran membayar pajak di negara ini masih rendah dibandingkan negara lain, padahal pajak itu untuk pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Oleh karena itu, sambungnya, saat ini tugas Direktorat Jenderal Pajak bekerja keras untuk membuat penerimaan pajak semaksimal mungkin dalam keadaan ekonomi yang sedang turun karena kontribusi ekspor mengalami perlambatan. 
“Kami akan terus memaksimalkan penerimaan pajak di Bengkulu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi
Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan
Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu
Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa
Dari Perut Bumi Hululais, Bengkulu Menuju Energi Ramah Lingkungan
Pekan Depan, Gubernur akan Berkantor di Pulau Enggano
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu

Daerah