ReportTimeNews, Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan membuka Retret Akbar Merah Putih yang diikuti 10.689 siswa SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Senin (20/7). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu ini menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Retret Akbar Merah Putih dirancang sebagai wadah pembinaan karakter bagi peserta didik baru. Selain menanamkan nilai kedisiplinan, etika, dan akhlak, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air serta membangun semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Ribuan peserta mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui jaringan daring dari sekolah masing-masing.
Dalam arahannya, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan tiga prinsip yang menurutnya menjadi bekal utama meraih keberhasilan sejak usia muda. Ketiga prinsip tersebut adalah menghormati guru, senantiasa meminta doa kepada orang tua, dan menjaga hubungan dengan Tuhan sesuai keyakinan masing-masing.
“Pertama hormati guru agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah. Kedua, mintalah doa orang tua setiap hari. Ketiga, jangan pernah memutus hubungan dengan Allah SWT. Bagi yang beragama Islam, jagalah salat karena itu menjadi pondasi kehidupan,” kata Helmi Hasan di hadapan para peserta.
Selain memberikan pembekalan karakter, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menghadirkan salah satu pendiri Sono Group sebagai narasumber motivasi. Kehadiran pengusaha muda tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat kewirausahaan sekaligus mendorong siswa memiliki keberanian untuk berinovasi dan menciptakan peluang usaha sejak dini.
Helmi Hasan mengatakan Retret Akbar Merah Putih akan dijadikan sebagai agenda tahunan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan seluruh siswa baru SMA, SMK, dan SLB tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan antarpelajar sekaligus membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.
Ia menilai forum bersama seperti ini juga dapat menjadi langkah preventif untuk menekan berbagai persoalan kenakalan remaja, termasuk aksi tawuran pelajar. Dengan memperkuat pembinaan karakter dan kebersamaan sejak awal memasuki sekolah, diharapkan peserta didik memiliki komitmen menjaga persaudaraan dan menjauhi tindakan yang merugikan.
Menutup kegiatan, Gubernur Helmi Hasan menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada sejumlah siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendukung keberlangsungan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga peserta didik.






