ReportTimeNews, Bengkul – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu didorong segera mengurus sertifikasi halal produknya menjelang peluncuran program Wajib Halal Oktober (WHO) pada 1 Oktober 2026.
Program tersebut dijadwalkan diluncurkan di Masjid Baitul Izzah Bengkulu. Kehadiran WHO diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kepastian dan jaminan halal produk yang dipasarkan kepada masyarakat.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Rofiqul Umam mengatakan, peluncuran WHO di Bengkulu merupakan bagian dari program yang berkaitan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.
“WHO atau Wajib Halal Oktober ini program pusat yang insyaAllah akan kita launching di Bengkulu. Ini merupakan suatu hal yang baru, karena biasanya launching seperti ini kami lakukan di kantor pusat kami di Jakarta,” ujar Rofiqul Umam.
Menurut Rofiqul, peluncuran program tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara MUI dan pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal.
Rencana peluncuran WHO disampaikan Rofiqul saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat (25/9). Dalam pertemuan tersebut, Rofiqul didampingi Ketua MUI Provinsi Bengkulu KH Zulkarnain.
Herwan Antoni menyambut baik rencana MUI Pusat menjadikan Bengkulu sebagai lokasi peluncuran program tersebut. Pemprov Bengkulu menyatakan siap mendukung program yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Kita menyambut baik bahwa Bengkulu, Bumi Merah Putih, insyaAllah akan menjadi titik awal WHO atau Wajib Halal Oktober diperkenalkan di Indonesia. Momentum launching program pusat ini bisa kita jadikan wadah bagi pelaku usaha atau UMKM di Bengkulu untuk melakukan sertifikasi produk halalnya,” kata Herwan.
Herwan menambahkan, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat maupun lembaga terkait dalam mendukung program yang dapat mendorong kemajuan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan peluncuran WHO tersebut, Pemprov Bengkulu berharap semakin banyak pelaku UMKM memahami pentingnya sertifikasi halal sekaligus memanfaatkannya untuk memberikan kepastian kepada konsumen mengenai produk yang mereka pasarkan.
Di akhir audiensi, Herwan Antoni menyerahkan cendera mata berupa bendera Merah Putih kepada Rofiqul Umam sebagai simbol sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan MUI Pusat.






