 |
| Helmi Hasan melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin. |
ReporTimeNews, Bengkulu – Ditengah kesibukan kandidat bakal calon (balon) Gubernur Bengkulu melakukan lobi-lobi politik ke tingkat pusat dari parpol yang memiliki kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, untuk pengusungan maju dalam Pilkada serentak pada 27 November 2024, namun Helmi Hasan melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin di rumah kediamannya di seputaran Kemang, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan yang tergambar akrab dalam potongan video berdurasi singkat beredar di group “Whatsapp”, karena kedua tokoh politik itu telah menyita perhatian publik di Bengkulu. Terlebih yang dibahas hal yang menarik untuk disimak.
Keluarga Najamudin, Dinmar Najamudin ketika dikonfirmasi tidak menampik adanya petemuan tersebut. Dimana pertemuan yang tidak terlalu lama itu, awalnya memang untuk bersilaturahmi antar kedua tokoh Bengkulu. Lalu dilanjutkan dengan saling bertukar fikiran untuk kemajuan Provinsi Bengkulu yang dicintai ini.
“Silaturahmi saja dan suasananya cair. Suasana ngobrolnya hangat dan penuh canda, ya bang Agusrin sebagai tuang rumah menyambut tamu dengan sepantasnya. Tapi memang tidak dipungkiri ada pembicaraan khusus seputar Pilgub,” terang Dinmar saat dihubungi sambungan telpon pada Selasa (29/7/2024) malam.
Diketahui Dinmar, bahwa Helmi memang menyampaikan saat ini berencana maju sebagai bakal calon (balon) Gubernur Bengkulu berpasangan dengan Mian yang sekarang menjabat Bupati Bengkulu utara.
Selain itu menurut Dinmar, Helmi juga sempat menanyakan tentang bagaimana dengan sikap politik Agusrin pada Pilgub mendatang apakah maju juga menjadi balon Gubernur atau tidak.
“Pak Helmi menanyakan apakah Pak Agusrin juga maju sebagai balon Gubernur atau tidak. Lalu dijawab Pak Agusrin bahwa dirinya mematuhi kesepakatan dengan bang Zulkifli Hasan yang berlangsung di Masjidil Haram Mekkah pada bulan Ramadhan lalu.
Dimana Bang Zulhas menyatakan agar dalam urusan Pilgub Bengkulu, keluarga Hasan dan Najamudin jangan bersebrangan atau saling dukung saja. Jika Agusrin, maju maka Helmi tidak maju sebagai Cagub, begitu juga sebaliknya. Bahkan jika perlu, ketika Helmi maju maka wakilnya dari keluarga Najamudin saja,“ terang Dinmar.
Menjawab pasangan Helmi untuk maju Pilgub tidak dari keluarga Najamudin, Dinmar menyampaikan tidak mengikuti kesepakatan tersebut dan hal itu terserah kepada Helmi. Tapi intinya Agusrin menghargai kesepakatan awal dengan Zulhas.
“Yang jelas saat ini Pak Agusrin belum memutuskan langkah politik selanjutnya, setelah Helmi berpasangan dengan orang lain,” ucap Dinmar mengutip pembicaraan antara Helmi dengan Agusrin.
Lebih lanjut Dinmar mengemukakan, dalam pertemuan tersebut juga mantan Walikota Bengkulu dua periode ini sempat menyinggung tentang Gubernur Bengkulu Rohidin tidak akan bisa maju lagi sebagai Calon Gubernur, karena terganjal aturan.
“Memang Agusrin sendiri belum memutuskan seperti apa langkah selanjutnya setelah kondisi politik saat ini tidak berjalan sesuai kesepakatan. Nanti tunggu saja kabar kalau ada perkembangan,” pungkas Dinmar.