ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mematangkan persiapan pembangunan pabrik biodiesel sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto di sektor kemandirian energi. Langkah awal dilakukan melalui inventarisasi data perusahaan crude palm oil (CPO) sebagai dasar penyusunan rencana investasi di daerah.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat Inventarisasi Data Perusahaan CPO Provinsi Bengkulu yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (13/7). Rapat diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyinkronkan pendataan potensi industri kelapa sawit di Bengkulu.
Mian mengatakan Bengkulu memiliki peluang besar menjadi lokasi pembangunan pabrik biodiesel karena didukung ketersediaan bahan baku minyak kelapa sawit mentah (CPO). Menurutnya, rencana tersebut juga sejalan dengan pengembangan kawasan industri Pulau Baai yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Potensi pembangunan pabrik biodiesel sangat besar karena bahan bakunya tersedia di Bengkulu. Ini juga sejalan dengan program Bapak Gubernur dalam mengembangkan kawasan industri Pulau Baai. Karena itu, rapat hari ini menjadi langkah awal untuk menyinkronkan pencatatan, observasi, dan pengumpulan data oleh seluruh OPD terkait,” ujar Mian.
Untuk mempercepat realisasi program, Wakil Gubernur meminta seluruh OPD segera menyelesaikan pendataan perusahaan kelapa sawit, kapasitas produksi, hingga aktivitas ekspor CPO di Bengkulu. Data tersebut akan menjadi bahan utama dalam pemaparan Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari usulan pembangunan pabrik biodiesel.
“Pengumpulan data ini harus segera diselesaikan karena merupakan bagian dari dukungan kita terhadap program Presiden Republik Indonesia. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Bapak Gubernur untuk melakukan pemaparan kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat. Harapannya, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan pabrik biodiesel di Bengkulu dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai pembangunan pabrik biodiesel akan memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit di daerah sekaligus mendukung target bauran energi nasional melalui pengembangan biodiesel berbasis CPO. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, proyek tersebut diharapkan mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara berkelanjutan.






