ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) memperkuat sinergi dengan Polda Bengkulu untuk menangkal penyebaran hoaks, meningkatkan literasi digital, serta menjaga kondusivitas daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, dengan Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid di Mapolda Bengkulu, Kamis (9/7).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda itu menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyelaraskan langkah pemerintah daerah dan kepolisian dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital. Selain membahas penanganan hoaks, kedua pihak juga memperkuat koordinasi pengelolaan pengaduan masyarakat melalui layanan SP4N-LAPOR! guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan kepolisian sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, sinergi tersebut juga menjadi langkah strategis dalam menekan penyebaran disinformasi yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini semakin kuat sehingga pemerintah dan kepolisian dapat bersama-sama memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, sekaligus menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan. Selain itu, koordinasi terkait pengelolaan pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR! juga akan terus diperkuat agar pelayanan publik semakin optimal,” ujar Nelly.
Dalam kesempatan itu, Nelly turut mengapresiasi inisiatif Polda Bengkulu yang menggelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di kawasan Benteng Marlborough. Menurutnya, pemilihan lokasi bersejarah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan institusi Polri, tetapi juga efektif mempromosikan potensi wisata unggulan Bengkulu kepada masyarakat luas.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menegaskan penyebaran hoaks masih menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan informasi yang benar, edukatif, dan terpercaya. Selain itu, Polda Bengkulu juga berkomitmen menindak tegas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang rawan terjadi di Bengkulu.
Audiensi tersebut menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antara Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu dan Polda Bengkulu dalam membangun ruang digital yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.






