ReportTimeNews, Bengkulu – Tren pertumbuhan investor pasar modal di Bengkulu kian positif. Hal ini disampaikan dalam kegiatan media gathering yang digelar Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu, Kamis (21/8/2025) di kawasan Km 9 Kota Bengkulu dengan tema “Sinergi untuk Literasi Pasar Modal.”
Kepala BEI Bengkulu, Marina Rasyada, mengungkapkan per Juni 2025 jumlah investor telah mencapai 76.366, naik 5.383 dibandingkan Desember 2024. Investor syariah juga menunjukkan perkembangan, dengan total 3.833 orang per Februari 2025.
“Alhamdulillah, setiap bulan selalu ada peningkatan. Peran media sangat besar dalam menyebarkan informasi yang benar tentang pasar modal,” ujar Marina.
Mayoritas investor di Bengkulu berasal dari kalangan muda usia 18–25 tahun, khususnya mahasiswa, pelajar, dan pegawai swasta. Kota Bengkulu masih menjadi pusat terbesar sebaran investor. Dari sisi transaksi, nilai per Juni 2025 tercatat Rp382 miliar, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp160–200 miliar.
Selain mendorong edukasi investasi, BEI Bengkulu juga gencar mengingatkan masyarakat terhadap bahaya investasi ilegal. “Kami tekankan ciri-ciri investasi bodong agar masyarakat tidak terjebak. Saat ini ada 22 galeri investasi di Bengkulu, sebagian besar di universitas, yang rutin membantu menyosialisasikan hal ini,” jelasnya.
Melalui kolaborasi dengan media, BEI Bengkulu berharap literasi keuangan masyarakat semakin meningkat, sehingga kesadaran berinvestasi tumbuh dan kasus penipuan investasi dapat ditekan.







