Harga Sawit Bengkulu Turun, Pemprov Minta Pabrik Diawasi

- Reporter

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menyikapi turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dikeluhkan petani dalam beberapa hari terakhir.

Melalui rapat daring bersama seluruh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan kabupaten/kota, Jumat (22/5), Pemprov Bengkulu meminta pengawasan diperketat terhadap pabrik kelapa sawit agar tidak sembarangan menurunkan harga di tingkat petani.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, tersebut difokuskan untuk menjaga ketenangan masyarakat sekaligus memberikan kepastian terkait kondisi harga sawit di daerah.

“Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi. Apalagi penurunannya sangat drastis,” kata Mian.

Ia meminta seluruh kepala dinas di kabupaten/kota turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan pabrik kelapa sawit guna menelusuri penyebab turunnya harga TBS di Bengkulu.

Menurut Mian, pemerintah juga perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kebijakan yang diambil pemerintah pusat bertujuan melindungi petani dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up,” ujarnya.

Mian menilai, penyebab turunnya harga sawit di wilayah Sumatra, khususnya Bengkulu, masih perlu ditelusuri lebih lanjut agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah petani.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto diyakini bertujuan mengontrol stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi petani sawit.

“Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” imbuhnya.

Selain menggelar rapat koordinasi, Wakil Gubernur Bengkulu juga berencana turun langsung menemui petani sawit di lapangan untuk memberikan penjelasan terkait kondisi harga yang terjadi saat ini.

“Menindaklanjuti arahan gubernur, nanti saya akan turun langsung ke masyarakat dan petani sawit untuk memberikan pemahaman yang didorong oleh pemerintah provinsi,” tutupnya.

Saat ini, harga ketetapan TBS sawit di Bengkulu berada di angka Rp3.465 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir sejumlah petani di beberapa kabupaten mengeluhkan penurunan harga cukup tajam di tingkat pabrik maupun pengepul.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan
TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu
Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional
Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi
GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Sinergi Program Bantu Rakyat
Cegah Karhutla Saat Kemarau, Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api
Pemprov Bengkulu Dorong Penyelesaian Lahan PT Bio Nusantara Teknologi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 September 2026 - 12:35 WIB

Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional

Rabu, 2 September 2026 - 13:36 WIB

Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi

Rabu, 2 September 2026 - 11:39 WIB

GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Daerah

Bengkulu

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Senin, 7 Sep 2026 - 08:29 WIB

Bengkulu

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:25 WIB