ReportTimeNews, Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dengan mengusung konsep kolaboratif melalui program “Semarak Merah Putih”.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pembentukan panitia pelaksana yang digelar di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai 2 Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (25/5).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengatakan peringatan HUT RI tahun ini diarahkan agar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Peringatan HUT RI bukan hanya agenda seremonial pemerintah, tetapi momentum kebersamaan yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Khairil.
Menurutnya, Pemprov Bengkulu membuka ruang keterlibatan lebih luas dengan mengajak sektor swasta, dunia usaha, dan masyarakat untuk ikut menyukseskan rangkaian kegiatan kemerdekaan.
Selain agenda utama berupa upacara peringatan, Pemprov Bengkulu juga tengah mengkaji kolaborasi peringatan HUT RI dengan 12 event kabupaten/kota bertajuk “Semarak Merah Putih”.
Konsep tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan peringatan kemerdekaan hingga lebih dekat dengan masyarakat di daerah.
“Untuk acara, kita lihat terlebih dahulu apakah bisa dikolaborasikan dengan Semarak Merah Putih. Jika bisa, tentu sangat bagus,” kata Khairil.
Ia menjelaskan, program “Semarak Merah Putih” dirancang setelah Pemerintah Provinsi Bengkulu memperoleh insentif sebesar Rp6 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.
Dana tersebut nantinya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan daerah yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Menurut Khairil, apabila konsep kolaborasi tersebut berjalan optimal, semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dirasakan langsung masyarakat melalui berbagai aktivitas di seluruh wilayah Bengkulu.
“Kami ingin semangat merah putih hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan hanya diperingati, tetapi juga dirasakan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat di seluruh daerah,” ujarnya.
Sementara itu, proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) masih berlangsung dan hasilnya dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.
Meski berada di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi, Pemprov Bengkulu memastikan agenda inti seperti malam renungan suci tetap dilaksanakan. Sedangkan berbagai perlombaan akan didorong melalui pola kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Melalui konsep tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bengkulu diharapkan berlangsung lebih semarak, inklusif, dan mampu memperkuat rasa kebersamaan masyarakat dalam mengisi makna kemerdekaan.






