ReportTimeNews, Bengkulu — Sebanyak 6.064,16 hektare lahan di Kabupaten Rejang Lebong dipetakan untuk mendukung program ekstensifikasi kelapa sawit di Provinsi Bengkulu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendukung agenda ketahanan energi nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50.
Potensi lahan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Ground Check Teknis Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit di Ruang Rapat Merah Putih Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (23/9) pagi.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan, Bengkulu memiliki modal cukup besar untuk mendukung program ketahanan energi melalui komoditas kelapa sawit. Saat ini, produksi crude palm oil (CPO) Bengkulu disebut telah mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun.
“Sama-sama kita ketahui program prioritas Pak Presiden terkait dengan ketahanan energi, pengembangan B50. Provinsi Bengkulu sudah mencapai 1,5 juta ton CPO per tahun,” ujar Mian.
Ia menambahkan, selain produksi CPO yang cukup besar, Bengkulu juga mencatat perkembangan positif dalam program peremajaan kelapa sawit atau replanting yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat.
“Bengkulu ini juga sukses dalam menjalankan program pusat replanting. Progresnya nomor dua terbaik di Indonesia,” katanya.
Berdasarkan pemaparan PTPN IV, potensi lahan seluas 6.064,16 hektare itu tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Kecamatan Kota Padang menjadi wilayah dengan potensi terbesar, yakni 3.229,58 hektare.
Selanjutnya, potensi lahan terdapat di Kecamatan Sindang Beliti Ulu seluas 993,89 hektare, Sindang Beliti Ilir 910,07 hektare, serta kawasan Binduriang dan Sindang Kelingi dengan luas gabungan 930,62 hektare.
Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin mengatakan, potensi tersebut sebelumnya telah melalui proses pemetaan dan koordinasi dengan sejumlah pihak di Kabupaten Rejang Lebong.
“Kami sebelumnya mendapatkan potensi ekstensifikasi kelapa sawit sebesar 6.064,16 hektare di Bengkulu yang merupakan areal HPL. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kakanwil Rejang Lebong dan memetakan mana kawasan hutan lindung serta kawasan pertambangan,” jelas Irwan.
Ground check teknis selanjutnya dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesesuaian lahan di lapangan. Proses ini sekaligus menjadi tahapan penting sebelum program ekstensifikasi kelapa sawit tersebut dilanjutkan.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita. Hadir pula Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Iim Mucharam serta Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin.






