ReportTimeNews, Bengkulu – Festival Warisan Rasa Asia resmi digelar di Balai Buntar, Kota Bengkulu, pada 18–26 Juli 2026. Menghadirkan 35 tenant kuliner dari berbagai daerah, festival ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Bengkulu sekaligus menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembukaan festival dilakukan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Administrasi Umum, Nandar Munadi, yang mewakili Gubernur Bengkulu. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui promosi kuliner dan pemberdayaan UMKM.
Menurut Nandar, festival menghadirkan beragam sajian, mulai dari makanan tradisional Nusantara hingga kuliner mancanegara seperti Korea dan Thailand. Keberagaman menu tersebut diharapkan dapat menarik minat masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata kuliner di Bengkulu.
“Melalui kehadiran puluhan tenant, kami berharap festival ini mampu meningkatkan kunjungan masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM,” ujar Nandar.
Perwakilan penyelenggara, Hendry, mengatakan Festival Warisan Rasa Asia tidak sekadar menjadi ajang berburu kuliner, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
“Festival ini kami hadirkan untuk mendukung perkembangan UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa Nusantara dan kuliner Asia kepada masyarakat Bengkulu,” katanya.
Selama sembilan hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan, minuman, hingga jajanan khas dari berbagai daerah. Festival juga diharapkan mampu meningkatkan transaksi pelaku usaha sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui sektor kuliner.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas promosi produk lokal, serta menjadikan Bengkulu sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di wilayah Sumatra.






