ReportTimeNews, Bengkulu – DPRD Provinsi Bengkulu memastikan akan mengawal penuh percepatan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai agar berjalan sesuai target nasional. Revitalisasi pelabuhan yang menjadi gerbang utama ekspor Bengkulu tersebut diyakini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing komoditas unggulan, sekaligus membuka ribuan lapangan pekerjaan baru.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Tengku Zulkarnain, bersama Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto dan Darmawansyah, melakukan kunjungan kerja ke Pelindo Regional 2 Bengkulu, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan progres revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai berjalan sesuai rencana, mulai dari pendalaman alur pelayaran, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung, hingga percepatan pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan.
Dalam pertemuan bersama jajaran Pelindo, Tengku Zulkarnain mengungkapkan bahwa proses lelang untuk pendalaman alur pelayaran telah diajukan. Setelah target kedalaman 6,5 meter sesuai Instruksi Presiden tercapai, Pelindo menargetkan pendalaman hingga 12 meter agar memenuhi standar pelabuhan internasional.
Menurutnya, peningkatan kedalaman alur menjadi langkah strategis agar kapal-kapal berbobot besar dapat bersandar di Pelabuhan Pulau Baai. Dengan demikian, komoditas ekspor unggulan Bengkulu tidak lagi bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.
“Jika kedalaman alur mencapai 12 meter, kapal-kapal besar sudah bisa masuk. Artinya, komoditas ekspor Bengkulu seperti batu bara, kopi, karet, kelapa, hingga hasil perikanan dapat langsung dikirim melalui Pelabuhan Pulau Baai. Ini akan memangkas biaya logistik, meningkatkan daya saing produk daerah, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” ujar Tengku.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pelindo sebagai bentuk sinergi dalam mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat logistik dan ekspor di wilayah barat Sumatera.
Selain pendalaman alur, DPRD turut menyoroti kondisi akses jalan menuju pelabuhan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan pelaku usaha karena mengalami kerusakan.
Menurut Tengku, pihak Pelindo memastikan proses lelang pembangunan jalan sedang berlangsung. Pekerjaan fisik ditargetkan dimulai pada September 2026 dan selesai pada triwulan pertama 2027.
Untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat selama proses pembangunan, DPRD juga akan berkoordinasi dengan Korem 041/Garuda Mas guna membangun jembatan alternatif sehingga warga tidak lagi menggunakan jalur operasional pelabuhan.
“Kami ingin pembangunan ini berjalan tanpa menghambat aktivitas masyarakat. Karena itu kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar tersedia akses alternatif yang aman dan nyaman,” katanya.
DPRD juga mendorong percepatan revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bengkulu. Revisi tersebut dinilai menjadi syarat utama bagi masuknya investor dalam pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan Pelabuhan Pulau Baai.
“Revisi RTRW sangat penting karena menjadi dasar hukum bagi investor untuk membangun kawasan industri. Tanpa itu, percepatan investasi tentu akan terhambat,” tegas politisi PAN tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto, menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rencana pengembangan Pelabuhan Pulau Baai. Namun ia mengingatkan agar seluruh program yang telah dirancang benar-benar direalisasikan sesuai jadwal.
“Kami mendukung penuh revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Yang paling penting sekarang adalah memastikan seluruh rencana tersebut diwujudkan, bukan sekadar menjadi wacana. Semua pemangku kepentingan harus memperkuat kolaborasi agar potensi sumber daya alam Bengkulu benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar politisi Gerindra itu.
Di sisi lain, General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kuswandy, menjelaskan bahwa pendalaman alur pelayaran hingga 12 meter merupakan target lanjutan perusahaan setelah penyelesaian target kedalaman 6,5 meter sesuai Instruksi Presiden.
Ia juga menyampaikan bahwa desain pembangunan akses jalan menuju pelabuhan telah selesai disusun. Saat ini Pelindo tengah melakukan penyesuaian anggaran sebelum pekerjaan konstruksi dimulai pada September atau Oktober 2026.
“Kami berharap dukungan dari seluruh pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan Pelabuhan Pulau Baai dan kawasan industri dapat berjalan lebih cepat. Pelabuhan ini memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bengkulu,” kata Dimas.
Revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai diharapkan mampu mengubah wajah perekonomian Bengkulu. Dengan fasilitas pelabuhan yang semakin modern, konektivitas logistik yang lebih baik, serta hadirnya kawasan industri yang terintegrasi, Bengkulu diproyeksikan menjadi salah satu simpul perdagangan dan ekspor strategis di pesisir barat Pulau Sumatera.






