ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat kapasitas aparatur dalam pengelolaan komunikasi publik di era digital melalui Pelatihan Pengelolaan Media Sosial Masyarakat Angkatan III. Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan M. Ikhwan mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, M. Ikhwan menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan informasi menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, media sosial harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana komunikasi publik yang cepat, efektif, dan mudah diakses masyarakat.
“Pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif,” ujar Ikhwan.
Ia menyebut, media sosial kini tidak hanya menjadi sarana pendukung, tetapi telah bertransformasi menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi pemerintah kepada masyarakat. Pengelolaan yang tepat diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menegaskan bahwa efektivitas media sosial tidak hanya ditentukan oleh banyaknya konten yang diproduksi, tetapi juga oleh strategi komunikasi dan tata kelola yang terencana dengan baik.
“Tidak cukup hanya mengunggah konten. Dibutuhkan manajemen yang baik, perencanaan yang matang, serta tata kelola yang terstruktur agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Nelly menjelaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola media sosial di lingkungan pemerintah agar lebih profesional, strategis, dan responsif terhadap kebutuhan informasi publik.
Menurutnya, media sosial pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga sebagai instrumen komunikasi yang menyampaikan informasi secara akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Bengkulu berharap para peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan media sosial sehingga informasi yang disampaikan lebih berkualitas, membangun kepercayaan publik, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.






