ReportTimeNews, BENGKULU – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif (GEKRAFS) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu resmi dilantik dalam rangkaian Seminar Ekonomi Kreatif bertema “Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Stabilitas Perekonomian Daerah” yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (16/6).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat GEKRAFS, Forkopimda Provinsi Bengkulu, para bupati dan wali kota atau perwakilan, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, serta mitra strategis lainnya.
Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor yang terbukti tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan inovasi, pelestarian budaya, serta peningkatan daya saing daerah.
“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan daya saing daerah,” ujar Denni.
Ia menjelaskan, Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang mencakup berbagai subsektor, seperti kuliner, kriya, fesyen, seni pertunjukan, fotografi, desain komunikasi visual, aplikasi digital, hingga pariwisata berbasis budaya.
Kehadiran GEKRAFS diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Selain itu, kepengurusan GEKRAFS yang baru dilantik ditargetkan dapat menjadi motor penggerak lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru, mendorong digitalisasi usaha kreatif, serta memperluas akses pasar produk kreatif Bengkulu hingga tingkat nasional dan internasional.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui berbagai program pelatihan, pemberdayaan, promosi, dan penguatan ekosistem usaha.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran GEKRAFS sebagai rumah besar pelaku ekonomi kreatif yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian GEKRAFS Pusat Erwin Soerjadi, Ketua DPW GEKRAFS Bengkulu M. Ihsan Sobari, serta para Ketua DPC GEKRAFS kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, seminar ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari acara menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Yayasan Dehasen Bando Amin C. Kader, Ketua HIPMI Bengkulu Yosia Yodan, dan sejarawan Asep Kambali, yang membahas strategi penguatan ekonomi kreatif sebagai pilar stabilitas perekonomian daerah.






