Pemprov Bengkulu Perketat Pengawasan Pajak Tambang MBLB

- Reporter

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu memperketat pengawasan sektor pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) guna mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak dan opsen MBLB.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD sektor MBLB yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (21/5).

Herwan mengatakan pengawasan produksi pertambangan menjadi bagian penting dalam memastikan kesesuaian kegiatan usaha dengan izin dan rencana kerja perusahaan.

Menurutnya, data produksi perusahaan juga akan menjadi dasar validasi dalam pengenaan pajak MBLB dan opsen MBLB agar penerimaan daerah lebih akurat dan transparan.

“Pengawasan dilakukan untuk memastikan kesesuaian produksi dengan izin usaha dan rencana kerja perusahaan. Selain itu, data produksi juga menjadi dasar validasi kegiatan usaha guna mendukung akurasi pengenaan pajak MBLB dan opsen MBLB,” kata Herwan.

Ia menegaskan, Pemprov Bengkulu berharap optimalisasi pengawasan serta penyesuaian harga patokan MBLB dapat meningkatkan penerimaan daerah sekaligus menciptakan tata kelola pertambangan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan pengawasan produksi pertambangan MBLB dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 2 Tahun 2025 Pasal 100.

Pengawasan dilakukan melalui verifikasi lapangan dan evaluasi laporan berkala yang disampaikan perusahaan pertambangan.

“Langkah ini penting untuk menjaga kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pelaporan produksi dan penjualan,” ujar Rico.

Ia menyebut, berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, sejumlah perusahaan pertambangan MBLB telah menyampaikan laporan produksi dan penjualan kepada Dinas ESDM Provinsi Bengkulu.

Beberapa di antaranya yakni CV Jerven Key Stone di Bengkulu Selatan dengan produksi batu hias mencapai 28 ton, serta sejumlah perusahaan penghasil kerikil berpasir alami atau sirtu di Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, Seluma, hingga Bengkulu Utara.

Dalam rapat tersebut juga dibahas penyesuaian harga patokan MBLB di Provinsi Bengkulu yang saat ini masih mengacu pada Keputusan Gubernur Bengkulu yang berlaku dan tengah diproses untuk penetapan surat keputusan terbaru.

Rapat koordinasi turut dihadiri Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu Hadianto, pemerintah kabupaten terkait, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan sektor pertambangan MBLB.

Adapun daerah yang telah menyampaikan usulan harga patokan MBLB meliputi Kabupaten Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Mukomuko, dan Bengkulu Selatan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Renungan dan Ulang Janji, Pramuka Bengkulu Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Jambore Kader PKK Bengkulu 2026 Perkuat Sinergi dan Solidaritas
Beban Utang DBH, Pemprov Bengkulu Tetap Jalankan Program Prioritas
Piala Gubernur Bengkulu 2026 Resmi Ditutup, 30 Tim Berkompetisi
Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Mian: Catatan Akan Ditindaklanjuti
Evaluasi Pemda Harus Jadi Momentum Perbaikan Kinerja
Dari Bengkulu untuk Indonesia, SIMPEDA Nasional Meriah
Sukses Sirnas B 2026, Bengkulu Bidik Sirnas A
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Renungan dan Ulang Janji, Pramuka Bengkulu Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Jambore Kader PKK Bengkulu 2026 Perkuat Sinergi dan Solidaritas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Beban Utang DBH, Pemprov Bengkulu Tetap Jalankan Program Prioritas

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Piala Gubernur Bengkulu 2026 Resmi Ditutup, 30 Tim Berkompetisi

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Mian: Catatan Akan Ditindaklanjuti

Daerah