ReportTimeNews, Bengkulu – Provinsi Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Sabtu (25/4). Bengkulu berhasil menjadi peringkat pertama nasional dalam kategori penurunan tingkat pengangguran.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga 3,24 persen, yang merupakan angka terendah di Pulau Sumatera. Capaian ini dinilai sebagai hasil sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penguatan sektor UMKM, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah dinilai konsisten dalam membangun ekonomi yang inklusif dan mampu menyerap tenaga kerja secara luas.
Tak hanya itu, Bengkulu juga meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi 2026. Stabilitas harga bahan pokok di tengah tekanan ekonomi global menjadi indikator kuat ketahanan ekonomi daerah.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi hasil gotong royong masyarakat Bengkulu. Penurunan pengangguran menunjukkan ekonomi kita bergerak dan peluang kerja semakin terbuka,” ujarnya.
Helmi menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat program penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi dan pemberdayaan UMKM. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Prestasi Bengkulu semakin lengkap dengan penghargaan yang diraih Kota Bengkulu sebagai Excellent City in Good Governance, serta apresiasi atas komitmen tinggi dalam pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan capaian ini, Bengkulu semakin diperhitungkan sebagai salah satu daerah dengan kinerja ekonomi terbaik di Sumatera. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi kebijakan dan reformasi birokrasi mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.







