ReportTimeNews, Bengkulu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bengkulu menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI pada Minggu (24/8) di salah satu hotel di Kota Bengkulu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Muswil serentak yang digelar PKS di seluruh Indonesia sebagai momentum konsolidasi, regenerasi, sekaligus perumusan arah perjuangan partai lima tahun ke depan.
Muswil resmi dibuka oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili Penjabat Sekda Provinsi, Hewan Antoni. Hadir seluruh pengurus PKS dari tingkat wilayah hingga daerah se-Bengkulu dan juga sejumlah tokoh parpol lainnya.
Ketua DPW PKS Bengkulu demisioner, H. Sujono, menegaskan Muswil bukan sekadar seremonial, melainkan proses regenerasi sehat dalam tubuh partai.
“Insya Allah, hari ini resmi kami menyerahkan estafet kepemimpinan. Muswil ini adalah forum musyawarah, bukan pemilihan langsung. Tujuannya menjaga kesinambungan dan menyepakati formasi kepengurusan baru,” ujarnya.
Kepengurusan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) yang baru pun resmi terbentuk melalui sistem e-voting modern. Menariknya, komposisi kali ini lebih segar dengan dominasi anak-anak muda—dari delapan pengurus, hanya satu yang berusia di atas 50 tahun.
Senada Ketua DPW PKS Bengkulu terpilih, Alamsyah, menegaskan arah kerja ke depan akan difokuskan pada empat program utama yang mereka sebut K2P2: Kaderisasi, Konsolidasi, Pelayanan Publik, dan Pemenangan Pemilu.
“Target kami jelas: meningkatkan jumlah anggota, memperkuat basis, dan mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Selain itu, PKS siap hadir memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat,” ungkapnya.
Alamsyah juga menegaskan bahwa PKS tak hanya fokus pada Pemilu legislatif, tetapi juga siap kembali tampil dalam kontestasi Pilkada.
“PKS pernah punya wakil gubernur dan wakil bupati. Semangat itu akan kami hidupkan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Bengkulu, Hewan Antoni, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik demi percepatan pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Peran aktif partai politik sangat penting, terutama dalam penganggaran dan pengambilan kebijakan di DPRD,” katanya.
Ia juga mengapresiasi tema Muswil PKS “Lompatan Kolaboratif” yang dianggap sejalan dengan arah pembangunan inklusif yang tengah digalakkan pemerintah daerah.
“Harapan kami, bukan hanya PKS, tetapi semua partai politik ikut berkontribusi mendukung pembangunan Bengkulu,” tambahnya.







