Ini Alasan Dedy-Agi Selalu Bahas Duit dalam Debat Perdana Pilwako Bengkulu

- Reporter

Minggu, 27 Oktober 2024 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dedy-Agi di acara Debat

ReportTimeNews, Bengkulu – Ketua Tim Pemenangan Dedy-Agi, Lukman Syafawi, mengungkapkan alasan Dedy-Agi selalu menyinggung soal uang atau kemandirian fiskal saat debat pertama.
Lukman menyampaikan, hal tersebut karena pasangan Dedy-Agi melihat saat ini keterbatasan anggaran menjadi masalah utama pemerintah Kota Bengkulu.
Menurut Lukman, permasalahan utama Kota Bengkulu saat ini terletak pada ketidakmandirian daerah. Kota Bengkulu sangat bergantung pada pemerintah pusat dalam pendanaan. 
“Sekitar 85 persen dari total APBD Kota Bengkulu masih bergantung pada transfer pusat. Hanya 16 persen saja yang merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya. 
Kondisi ini, menurutnya, mencerminkan kurangnya kemandirian fiskal yang akhirnya membatasi fleksibilitas keuangan kota dalam mendukung pembangunan yang lebih menyeluruh.
Lukman juga menyoroti struktur belanja yang dianggap kurang optimal. Dari total APBD Kota Bengkulu sebesar Rp1,1 triliun, 73 persen dialokasikan untuk belanja operasi atau rutin, yang sebagian besarnya habis untuk gaji pegawai hingga mencapai 50 persen dari total APBD. 
Sementara itu, belanja modal, yang merupakan investasi jangka panjang untuk pembangunan fisik dan infrastruktur, hanya mendapat alokasi sebesar 19 persen.
“Kondisi ini bukan sekadar soal tata kelola, tetapi juga soal kemampuan kita untuk menarik sumber pendanaan. Tanpa meningkatan PAD, juga kolaborasi dengan pusat dan swasta, sulit meningkatkan proporsi belanja modal ke minimal 40 persen, juga sulit menjalankan program pembangunan,” jelas Lukman. 
Peningkatan ini, menurutnya, diperlukan agar kota bisa mengembangkan infrastruktur yang lebih baik serta meningkatkan kualitas layanan publik dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan elektronik.
Dengan latar belakang ini, Dedy dan Agi menawarkan program yang berfokus pada pengembangan kemandirian fiskal sebagai upaya meningkatkan kapasitas anggaran. Mereka juga mendorong peningkatan PAD melalui optimalisasi sektor pariwisata dan pengembangan UMKM yang bisa menarik investasi. 
Lukman menegaskan, “Tanpa langkah konkret dalam menambah pendapatan, sulit berharap pelayanan publik bisa mengalami perubahan signifikan.” tukasnya.
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi
Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD
Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu
Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan
Dari Perut Bumi Hululais, Bengkulu Menuju Energi Ramah Lingkungan
Pekan Depan, Gubernur akan Berkantor di Pulau Enggano
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu

Daerah

Bengkulu

Rabu, 24 Jun 2026 - 22:31 WIB

Bengkulu

HUT Bengkulu Tengah, Jalan Provinsi Hampir 90 Persen Mulus

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:30 WIB

Bengkulu

INKAI Bengkulu Bidik Emas di Kejurnas Lampung

Selasa, 23 Jun 2026 - 17:25 WIB

Bengkulu

Panglima Kopassus Sandang Gelar Adat Panglima Raja

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:27 WIB

Bengkulu

Helmi Hasan dan PWI Perkuat Sinergi Informasi

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:26 WIB