![]() |
| Pemprov Bengkulu akan merevitalisasi Rumah Sakit Bergerak Enggano menjadi Rumah Sakit Pratama atau Rumah Sakit Tipe D |
ReportTimeNews, Bengkulu –
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan
Wakil Gubernur Mian terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan di wilayah
terluar, termasuk Pulau Enggano. Upaya ini disambut positif oleh tenaga
kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Bergerak yang berlokasi di Desa
Malakoni, Kecamatan Enggano.
Saat meninjau langsung
kondisi Rumah Sakit Bergerak Enggano pada Rabu (9/7), Wakil Gubernur Mian
menyampaikan rencana untuk mengusulkan peningkatan status fasilitas kesehatan
tersebut menjadi Rumah Sakit Pratama.
“Kita upayakan untuk
merevitalisasi Rumah Sakit Bergerak Enggano menjadi Rumah Sakit Pratama atau
Rumah Sakit Tipe D. Nantinya, usulan tetap harus diajukan oleh kabupaten dan
didorong oleh Gubernur. Namun, perlu adanya pembagian tugas dan kewenangan yang
jelas,” ujar Mian.
Peningkatan pelayanan
kesehatan telah menjadi prioritas utama pasangan Helmi–Mian sejak dilantik pada
21 Februari lalu, dengan mengedepankan prinsip “Bantu Rakyat”.
Lebih lanjut, Mian
menjelaskan bahwa guna mendukung rencana peningkatan status tersebut,
Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menjalin koordinasi dan perhatian bersama
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
“Kita sudah melihat
langsung kondisinya. Ini menjadi perhatian pemerintah kabupaten dengan dukungan
provinsi, agar rumah sakit bergerak bisa ditingkatkan menjadi Rumah Sakit
Pratama, seperti di Ketahun, Ipuh, dan Mukomuko. Namun, harus dipastikan
terlebih dahulu ketersediaan lahannya,” tambahnya.
Untuk memuluskan wacana
tersebut, Wakil Gubernur Mian meminta agar Camat Enggano segera berkoordinasi
dengan pihak terkait di Kabupaten Bengkulu Utara agar bangunan Rumah Sakit
Bergerak yang ada saat ini tidak dibongkar.
“Pak Camat tolong dicek
kembali. Nantinya tim dari kabupaten akan datang, dan bangunan rumah sakit
bergerak tetap dipertahankan. Kita bangun di sampingnya, dan setelah Rumah
Sakit Pratama berdiri, baru dilakukan penghapusan aset lama. Sepulang dari
sini, kita akan panggil Pak Bupati untuk membahas persoalan ini lebih lanjut,”
jelas Mian.
Sementara itu, Perawat
Umum Rumah Sakit Bergerak Enggano, Kumala Sari, mengungkapkan bahwa usulan
peningkatan status menjadi Rumah Sakit Pratama sebenarnya sudah pernah
disampaikan sejak kunjungan tim dari Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu.
Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Kami sudah mengusulkan
sejak zaman kunjungan tim Pak Jokowi ke sini, tapi sampai sekarang belum ada
progres sama sekali,” ungkap Kumala.
Di sisi lain, Camat
Enggano, Susanto, juga menyampaikan keluhan terkait belum adanya kerja sama
antara Rumah Sakit Bergerak Enggano dengan BPJS Kesehatan.
“RS ini sudah ada di
Enggano, tetapi kendalanya belum ada kerja sama dengan BPJS. Kalau dibiarkan,
biaya pelayanan di sini bisa mencapai satu juta rupiah per malam. Ini bukannya
tambah sehat, malah tambah sakit,” keluhnya.








