ReportTimeNews, Jakarta – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LPP TVRI dan RRI serta LKBN ANTARA, Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi menyoroti dengan luas wilayah Provinsi Bengkulu 10 Kabupaten dan Kota, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Bengkulu yang memiliki 9 transmisi, hanya 2 transmisi bermigrasi ke digital.
Apalagi tahun 2025 yang semua-nya saat ini sudah harus menjalankan transformasi digital.
“Dengan dua transmisi yang baru bermigrasi tersebut, agar menjadi perhatian pihak TVRI kedepannya, karena sekarang semua sudah berbicara digital,” ungkap Erna di Gedung Parlemen DPR RI Jakarta pada Selasa, (11/2/2025).
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini juga menyebutkan soal hibah lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong pada tahun 2023 lalu, hingga kini belum dimanfaatkan pihak TVRI.
Dimana lahan yang disediakan itu akan diperuntukan pembangunan transmisi digital. Sedangkan hibah tersebut apabila tidak diproses bisa saja batal nantinya dan sangat disayangkan jika benar-benar terjadi.
“Kita melihat sampai tahun ini, sepertinya belum akan dimanfaatkan oleh pihak TVRI. Saya kawatir nantinya apabila masa hibah berakhir, lahan tersebut batal untuk dihibahkan. Kita sayangkan jika benar terjadi nantinya,” kata Erna yang pernah menjadi bagian dari TVRI Bengkulu ini.
Politisi perempuan Nasdem yang namanya sering disingkat ESD ini mendukung peruntukan dana APBN untuk TVRI lebih besar lagi. Mengingat dengan anggaran dana yang disediakan sudah kecil lalu dilakukan efisiensi, dapat dipastikan sulit mengembangkan diri.
“Saya rasa TVRI akan lebih bagus kedepan, dengan disediakan dana yang memadai, seperti 4 triliun,” pungkas Erna Sari Dewi







