ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar doa bersama lintas agama secara serentak di seluruh wilayah Bengkulu, Kamis (1/10). Doa bersama tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon perlindungan bagi masyarakat Bengkulu dan Indonesia dari potensi bencana.
Kegiatan terpusat dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu. Sementara umat agama lain melaksanakan doa di rumah ibadah masing-masing.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan pentingnya menyeimbangkan mitigasi fisik dengan mitigasi spiritual.
“Kita tidak hanya melakukan mitigasi secara fisik, tetapi juga mitigasi langit. Ikhtiar di bumi harus kita kuatkan dengan doa,” ujar Helmi di Masjid Raya Baitul Izzah.
Helmi mengatakan, seluruh umat beragama di Bengkulu berdoa sesuai keyakinan masing-masing agar daerah dan bangsa dijauhkan dari bencana.
“Mitigasi langit harus berjalan bersama ikhtiar. Hari ini seluruh umat beragama bersama-sama berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Bengkulu dan Indonesia diberikan perlindungan dan keselamatan,” katanya.
Menurutnya, doa lintas agama ini menunjukkan kuatnya persatuan dan toleransi di Bengkulu. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam keprihatinan atas bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Pesan serupa disampaikan penceramah Ustaz Derry Sulaiman dalam tausiahnya. Ia menyebut ikhtiar lahiriah harus dibarengi dengan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Mitigasi langit itu penting. Kita jangan hanya sibuk mempersiapkan kehidupan dunia, tetapi juga harus mempersiapkan hubungan kita dengan Allah. Ikhtiar lahir dan doa harus berjalan bersama,” kata Derry.
Rangkaian kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah diawali dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjemaah, salat sunah Awabin, dan istigasah. Agenda dilanjutkan dengan peluncuran Program Wajib Halal Oktober dari MUI Pusat, tausiah oleh Ustaz Nababan dan Ustaz Derry Sulaiman, serta kisah mualaf Willie Salim.
Pemprov Bengkulu mengajak masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan, persatuan, dan solidaritas dalam menghadapi potensi bencana.






