ReportTimeNews, Bengkulu – Persoalan pelayanan kesehatan, dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi sorotan dalam reses Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Riduan, di Kantor Lurah Kandang Mas, Sabtu (1/8/2026).
Warga dari Kecamatan Kampung Melayu dan Selebar memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat penanganan maksimal dari pemerintah. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui program pembangunan daerah.
Kegiatan reses dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Koperasi, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, perangkat Kelurahan Kandang Mas, Babinsa, jajaran Polsek Kampung Melayu, serta masyarakat.
Dalam dialog itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Baidari, turut menyampaikan sejumlah keluhan yang selama ini disampaikan warga. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah pelayanan rumah sakit yang disebut masih menolak pasien. Ia meminta BPJS Kesehatan menelusuri penyebab persoalan tersebut agar masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan sesuai ketentuan.
Selain sektor kesehatan, warga juga mengusulkan peningkatan bantuan permodalan dan pembinaan bagi pelaku UMKM melalui Dinas Koperasi. Menurut mereka, dukungan pemerintah diperlukan agar usaha kecil mampu berkembang dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Di bidang infrastruktur, masyarakat meminta pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas yang telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bukan semata-mata berdasarkan usulan kelompok tertentu. Salah satu usulan yang kembali disampaikan adalah perbaikan Jalan Gang Kirana yang dinilai sudah mendesak untuk direalisasikan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Riduan menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dikawal melalui mekanisme di DPRD Kota Bengkulu sebelum diteruskan kepada Pemerintah Kota Bengkulu melalui organisasi perangkat daerah terkait.
“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami tampung dan kami perjuangkan. Nantinya akan kami sampaikan terlebih dahulu dalam rapat paripurna DPRD Kota Bengkulu sebagai bagian dari proses penganggaran dan penyusunan program pembangunan,” kata Riduan.
Politisi Partai NasDem itu berharap sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Bengkulu, dan seluruh organisasi perangkat daerah semakin diperkuat agar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Menurutnya, reses bukan sekadar agenda menyerap aspirasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan warga.






