ReportTimeNews, Bengkulu – Provinsi Bengkulu dipercaya menjadi lokasi perdana pelaksanaan latihan Batalyon 13 Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kegiatan yang melibatkan simulasi operasi khusus dan penerjunan taktis itu akan digelar mulai 22 Juni 2026 dan melibatkan sekitar 90 personel Kopassus.
Persiapan pelaksanaan latihan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (17/6). Rapat dihadiri unsur TNI, Polri, Basarnas, OPD terkait, serta sejumlah pejabat daerah.
Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Gerry Heikal Cholid, mengatakan latihan tersebut bertujuan menguji naluri tempur, kemampuan bertahan hidup (survival), serta adaptasi prajurit dalam menghadapi berbagai karakteristik medan operasi.
Menurut Gerry, kondisi geografis Bengkulu yang didominasi kawasan hutan dan bentang alam yang beragam dinilai sangat ideal untuk mendukung pelaksanaan latihan yang membutuhkan kemampuan taktis dan ketahanan fisik personel.
“Latihan ini bertujuan menguji kemampuan tempur, survival, serta adaptasi medan bagi prajurit. Kondisi alam Bengkulu sangat mendukung untuk pelaksanaan latihan yang menuntut kemampuan taktis dan ketahanan personel,” ujarnya.
Rangkaian latihan akan diawali dengan penerjunan taktis di kawasan Danau Dendam Tak Sudah pada 22 Juni. Selanjutnya, pada 25 Juni digelar simulasi operasi khusus pembebasan sandera di kawasan Kantor Gubernur Bengkulu dengan melibatkan berbagai unsur pendukung.
Dalam simulasi tersebut, Kopassus akan mengerahkan kendaraan taktis, helikopter, penembak runduk (sniper), pasukan khusus, serta penerjun payung. Kegiatan juga melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mendukung kelancaran latihan.
Latihan ini rencananya akan disaksikan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Panglima TNI, Gubernur Bengkulu, Danrem 041/Gamas, Kapolda Bengkulu, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum. Selain sebagai ajang peningkatan profesionalisme prajurit, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembuatan dokumentasi dan video profil yang menampilkan kemampuan Kopassus sekaligus potensi alam Bengkulu.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan latihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat maupun operasi kemanusiaan di masa mendatang.






