BENGKULU, ReportimeNews.com – Upaya memperkuat tata kelola perbankan daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, resmi melantik Somi Mohamad Yunus sebagai Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu, Kamis (30/4), di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Dewan Komisaris PT BPD Bengkulu Nomor 05 Tahun 2026. Dalam keputusan itu, Somi Mohamad Yunus ditetapkan menjabat sebagai Direktur Kepatuhan untuk periode 16 April 2026 hingga 15 April 2030.
Helmi Hasan menegaskan, proses pemilihan Direktur Kepatuhan berlangsung panjang dan penuh pertimbangan. Karena itu, ia berharap pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.
“Dengan proses yang panjang, tentu kita berharap kualitasnya betul-betul baik, sehingga Bank Bengkulu tidak memiliki persoalan, baik internal maupun eksternal,” ujar Helmi.
Direktur Kepatuhan memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh operasional perbankan berjalan sesuai regulasi, baik yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peraturan perundang-undangan, maupun kebijakan internal perusahaan. Posisi ini juga menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kepatuhan serta mengelola risiko hukum.
Tak hanya itu, Direktur Kepatuhan juga bertindak sebagai pengawas internal independen yang memastikan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) berjalan optimal, sekaligus menjaga reputasi lembaga keuangan tetap terpercaya di mata publik.
Helmi menekankan pentingnya peran tersebut dalam menjaga disiplin seluruh jajaran Bank Bengkulu. Ia meminta agar Direktur Kepatuhan mampu mengawal seluruh aktivitas perbankan agar tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
“Ke depan harus bekerja lebih keras, memastikan seluruh insan Bank Bengkulu taat pada aturan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Helmi Hasan juga mengungkapkan capaian positif Provinsi Bengkulu yang berhasil meraih dua predikat terbaik dari Kementerian Dalam Negeri, yakni peringkat pertama dalam pengendalian inflasi dan penurunan angka pengangguran.
Ia menyebut, penghargaan tersebut disertai insentif anggaran sebesar Rp6 miliar yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan “Semarak Merah Putih” selama sepuluh hari di 12 titik. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya melalui pelibatan pelaku UMKM.
“Dengan meningkatnya perputaran uang, ekonomi akan bergerak dan inflasi tetap terkendali. Saya optimistis Bengkulu akan terus maju,” tutup Helmi.






