SELUMA – Penantian panjang warga Desa Riak Siabun, Kabupaten Seluma, untuk menikmati jalan yang layak akhirnya menemukan titik terang. Setelah sekitar tujuh tahun berjibaku dengan lumpur saat hujan dan debu ketika kemarau, ruas jalan Padang Serai–Pasar Ngalam mulai dibangun Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pembangunan ruas jalan sepanjang 7,1 kilometer tersebut ditandai dengan pelaksanaan titik nol di Simpang Tiga Bangkahan, Kabupaten Seluma, Sabtu (3/10). Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalokasikan anggaran Rp19 miliar melalui APBD untuk pembangunan jalan tersebut.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi perhatian pemerintah meskipun daerah tengah menghadapi efisiensi anggaran. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap jalan yang layak harus tetap menjadi prioritas.
“Sebentar lagi jalan kita yang buruk akan menjadi jalan yang mulus. Masyarakat tidak ingin tahu ada efisiensi, pokoknya jalan mulus,” ujar Helmi.
Bagi warga Riak Siabun, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi jawaban atas persoalan yang telah mereka hadapi bertahun-tahun. Kepala Desa Riak Siabun Mustan mengatakan kondisi jalan sebelumnya membuat aktivitas warga terganggu, terutama ketika musim hujan dan kemarau.
“Terima kasih. Jalan kami menjadi prioritas setelah sekitar tujuh tahun kami mandi lumpur, mandi debu. Alhamdulillah, mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih banyak sedalam-dalamnya,” ujar Mustan.
Menurut Mustan, perbaikan jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi desa. Akses yang lebih baik akan memudahkan warga menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk membawa hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan pelayanan publik.
Selain pembangunan jalan, Desa Riak Siabun juga mendapat bantuan satu unit mobil ambulans. Bantuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan, terutama ketika masyarakat membutuhkan penanganan atau transportasi dalam kondisi darurat.
“Riak Siabun mendapatkan mobil ambulans, tentu sangat bermanfaat. Semoga Bapak Gubernur sehat selalu,” ucap Mustan.
Helmi menegaskan perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada pembangunan jalan. Fasilitas pendukung pelayanan masyarakat, termasuk sarana pendidikan, juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.
“Selain jalan, tentunya fasilitas sekolah turut menjadi perhatian. Toilet juga perlu mendapatkan perhatian. Ke depan kita akan buat toilet sekolah sesuai standar, seperti toilet di hotel mewah,” katanya.
Pembangunan Padang Serai–Pasar Ngalam diharapkan menjadi perubahan nyata bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses. Jalan yang lebih baik ditargetkan mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan pergerakan ekonomi, sekaligus membuka akses yang lebih mudah terhadap berbagai pelayanan publik.






