ReportTimeNews, Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Demokrat, Reni Heryanti, meminta Pemerintah Kota Bengkulu segera menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses pada Senin, 3 Agustus 2026.
Dimana persoalan lampu jalan, perbaikan jalan, pelapis tebing, hingga pelayanan BPJS menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga.
Reni mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan dituangkan dalam laporan resmi hasil reses dan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD sebagai bahan pembahasan bersama pemerintah daerah. Mengingat seluruh usulan warga harus tetap diperjuangkan agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan.
Ia mengungkapkan masih banyak usulan masyarakat dari reses sebelumnya yang belum terealisasi, meski sebagian telah tercantum dalam dokumen perencanaan pemerintah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian DPRD karena masyarakat terus mempertanyakan tindak lanjut dari usulan yang telah berulang kali disampaikan.
Terkait berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan kegiatan di masyarakat, Reni menyebut DPRD akan berkoordinasi dengan komisi terkait serta pemerintah daerah untuk mencari solusi. Apalagi setiap aspirasi yang diterima akan tetap diteruskan kepada pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.
Reni juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan seluruh program pembangunan. Meski demikian, diharapkan pemerintah tetap dapat memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak.
Menurutnya anggota DPRD KOta dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban ini, DPRD memahami keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun pelayanan dasar dan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat tidak boleh diabaikan. Ia berharap kondisi Kota Bengkulu segera membaik sehingga lebih banyak program pembangunan dapat direalisasikan.
Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga, lanjut Reni, adalah minimnya lampu penerangan jalan di sejumlah kawasan. Dimana dirinya menilai keberadaan lampu jalan sangat penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat, sehingga pemerintah diminta tidak hanya menjadikan slogan “Bengkulu Terang Benderang”, tetapi benar-benar merealisasikannya melalui pembangunan penerangan jalan di lokasi yang masih gelap.






