Dewi Coryati Ingatkan Pentingnya Kejujuran Data Sensus Ekonomi untuk Penentu Kebijakan Pembangunan Nasional

- Reporter

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu – Kolaborasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu dengan Komisi X DPR RI menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui Focus Group Discussion (FGD) bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu pada Senin, 3 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si.,sekaligus membuka kegiatan. Lalu Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati, serta peserta dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Anggota Komisi X DPR RI Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si. menegaskan, FGD tersebut merupakan bentuk kolaborasi DPR RI dengan BPS untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memberikan data yang benar.

Ia mengakui masih banyak masyarakat yang mempertanyakan rincian pertanyaan dalam sensus, bahkan khawatir data yang diberikan akan berkaitan dengan kewajiban perpajakan.
“Perlu kami tegaskan bahwa data sensus tidak digunakan untuk menentukan besaran pajak. Data tersebut murni menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional agar lebih tepat sasaran,” jelas Dewi.

Menurut politisi perempuan PAN ini, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dan DPR dalam menyusun program pembangunan, bantuan bagi pelaku usaha, peningkatan literasi digital, hingga penyaluran beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang sangat bergantung pada validitas data sosial ekonomi masyarakat.

Selain itu, sensus juga akan memetakan potensi ekonomi setiap daerah sehingga pemerintah dapat mengetahui titik-titik pertumbuhan baru yang membutuhkan intervensi untuk mempercepat pembangunan ekonomi lokal.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini berharap para petugas sensus menjalankan tugas secara profesional dan humanis, sementara masyarakat, pelaku usaha, serta mahasiswa dapat berpartisipasi dengan memberikan informasi yang jujur dan akurat.

“Data yang benar akan menghasilkan kebijakan dan program pemerintah yang tepat sasaran. Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Senada Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian nasional, karakteristik pelaku usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi berbasis lingkungan, termasuk di Provinsi Bengkulu.

Dikatakan, data yang dihasilkan dari sensus tidak sekadar berupa angka statistik, melainkan potret nyata aktivitas dunia usaha yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan ekonomi, hingga pengambilan keputusan pemerintah agar lebih tepat sasaran.

“Keberhasilan sensus bukan hanya diukur dari selesainya pendataan tepat waktu, tetapi juga dari kualitas data yang dihasilkan. Data yang kurang akurat justru berpotensi melahirkan kebijakan yang keliru,” ujar Win Rizal.

Ia menjelaskan, BPS Provinsi Bengkulu telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari melalui sosialisasi, edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga penguatan pengawasan di lapangan.

Untuk menjaga kualitas data, BPS juga memanfaatkan dashboard monitoring yang mampu mendeteksi anomali data secara berkala. Selain itu, BPS Bengkulu mengembangkan inovasi Jaringan Aplikasi Pengawalan dan Pengendalian Data Sensus Ekonomi 2026 (JAGA DATA) yang digunakan seluruh pengawas lapangan di Provinsi Bengkulu guna memastikan setiap tahapan pendataan berjalan sesuai prosedur.

Lebih lanjut Win Rizal menambahkan, target penyelesaian pendataan di Bengkulu dipercepat menjadi 17 Agustus 2026, lebih awal dari tenggat sebelumnya pada 31 Agustus. Hingga awal Agustus, progres pendataan di Bengkulu telah mencapai sekitar 88 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.

“Kami optimistis target itu tercapai. Namun kecepatan harus tetap diimbangi dengan kualitas data sehingga hasil sensus benar-benar dapat dipercaya,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reses Irman Sawiran, Warga Masih Aspirasikan Soal Jalan, Drainase, dan Lampu Jalan
Reses Legislator Reni Heryanti, ini Aspirasi Warga
Reses Legislator Rodi, Warga Keluhkan Sampah dan Lampu Jalan
Legislator Asman Terima Aspirasi Warga Keluhkan Drainase dan Lampu Jalan Saat Reses
Legislator Bambang Hermanto Dalam Reses BPJS Gratis Hanya untuk Warga Bengkulu
Legislator Edi Haryanto Terima Aspirasi Warga Keluhkan BPJS dan Infrastruktur Dasar
Rizaldy Perjuangkan Penanganan Banjir dan Infrastruktur Rawa Makmur
Reses Marliadi, Banjir dan Jalan Korpri Jadi Prioritas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Reses Irman Sawiran, Warga Masih Aspirasikan Soal Jalan, Drainase, dan Lampu Jalan

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Reses Legislator Reni Heryanti, ini Aspirasi Warga

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Dewi Coryati Ingatkan Pentingnya Kejujuran Data Sensus Ekonomi untuk Penentu Kebijakan Pembangunan Nasional

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Reses Legislator Rodi, Warga Keluhkan Sampah dan Lampu Jalan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Legislator Asman Terima Aspirasi Warga Keluhkan Drainase dan Lampu Jalan Saat Reses

Daerah

Bengkulu

Reses Legislator Reni Heryanti, ini Aspirasi Warga

Senin, 3 Agu 2026 - 17:40 WIB

Bengkulu

Reses Legislator Rodi, Warga Keluhkan Sampah dan Lampu Jalan

Senin, 3 Agu 2026 - 16:46 WIB