Senator Destita Dukung Intercropping Sawit Inovatif Belanda di Seluma

- Reporter

Kamis, 19 Juni 2025 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tim dari Belanda yang dipimpin Prof. Maya Slingerland bersama Yanda diterima Bupati Seluma, Teddy Rahman, dan Senator DPD RI asal Bengkulu, Destita Khairilisani.

Foto : Tim dari Belanda yang dipimpin Prof. Maya Slingerland bersama Yanda diterima Bupati Seluma, Teddy Rahman, dan Senator DPD RI asal Bengkulu, Destita Khairilisani.

ReportTimeNews, Seluma — Kabupaten Seluma resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan program intercropping (tumpang sari) sawit berkelanjutan, hasil kerja sama antara perusahaan agritech berbasis iklim Arkonesia dan Wageningen University Belanda.
Program bertajuk SustainPalm ini diinisiasi oleh Yusrian Saubara (Yanda), alumni Wageningen asal Bengkulu, dengan dukungan langsung dari Pemerintah Belanda.
Tim dari Belanda yang dipimpin Prof. Maya Slingerland bersama Yanda diterima Bupati Seluma, Teddy Rahman, dan Senator DPD RI asal Bengkulu, Destita Khairilisani, Kamis (19/6).
Proyek ini akan berlangsung selama tiga tahun di lahan 10 hektare milik petani di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja.
Bupati Teddy menyampaikan dukungan penuh, menyebut program ini sangat strategis, apalagi di tengah ancaman ganoderma yang mengintai lahan sawit generasi kedua dan ketiga. Sistem tumpang sari ini tidak hanya menekan penyebaran penyakit, tapi juga memberikan potensi ekonomi tinggi.
“Lahan kosong bisa ditanami semangka dan melon bernilai jual tinggi. Panennya bisa tiga bulan sekali, potensi pendapatan Rp100 juta per hektare,” ujar Teddy.
Senator Destita pun menyatakan komitmennya mendukung program ini karena menghadirkan solusi ganda: ekonomi dan lingkungan.
“Petani tidak hanya dapat income dari sawit, tapi juga dari hasil tumpang sari. Ini sangat penting agar produk sawit kita bisa masuk pasar Eropa yang menuntut keberlanjutan,” jelasnya.
Destita berharap pilot project ini bisa direplikasi ke desa-desa lain di Bengkulu dan menjadi model nasional. Ia juga menegaskan DPD RI siap membuka lebih banyak kerja sama internasional demi kesejahteraan petani.
Yanda menjelaskan, Arkonesia telah mengembangkan program serupa di berbagai kabupaten, namun Seluma dipilih sebagai fokus karena tingkat infeksi ganoderma yang tinggi.
“Tumpang sari ini bukan hanya solusi ekologi, tapi juga strategi ekonomi. Kami siapkan seluruh ekosistemnya: mulai dari pembiayaan, teknis agronomi, sampai pemasaran,” ujarnya.
Lahan percontohan dipilih dari petani bernama Jumad, yang telah terbukti sukses menerapkan sistem pertanian tumpang sari sawit-semangka secara mandiri. Ke depan, panen semangka diperkirakan bisa mencapai tiga kali dalam setahun.
Program SustainPalm membawa harapan baru bagi petani sawit di Bengkulu: lahan tetap produktif, lingkungan terjaga, pendapatan meningkat. Dengan kolaborasi internasional dan dukungan pemimpin daerah, langkah kecil dari Desa Riak Siabun ini berpotensi membawa perubahan besar bagi pertanian Indonesia.

Berita Terkait

Wagub Mian Tinjau SPAM Pinang Raya: Sesuai Spesifikasi Jadi Syarat Utama
Perkuat Pemberdayaan Desa, Pemprov Bengkulu Siap Sinergi dan Dukung Hibah Aset Balai PPMDDT
Sekda Bengkulu: Validasi Data Kunci Pastikan 7,9 Juta Kg Beras Bansos Tepat Sasaran
1.173 Lulusan Dikukuhkan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu Rayakan Wisuda ke-50
Sekprov Bengkulu Minta ASN Segera Lengkapi Data Sensus Ekonomi
Wagub Mian Minta Konflik Agraria Bengkulu Segera Dituntaskan
Keterbukaan Informasi: Permintaan Data Portal Bengkulu Satu Data Naik Sepuluh Kali Lipat
HUT ke-81 TNI, Sinergi TNI dan Pemda Bengkulu Diperkuat
Berita ini 24 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Wagub Mian Tinjau SPAM Pinang Raya: Sesuai Spesifikasi Jadi Syarat Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Perkuat Pemberdayaan Desa, Pemprov Bengkulu Siap Sinergi dan Dukung Hibah Aset Balai PPMDDT

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Sekda Bengkulu: Validasi Data Kunci Pastikan 7,9 Juta Kg Beras Bansos Tepat Sasaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

1.173 Lulusan Dikukuhkan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu Rayakan Wisuda ke-50

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Wagub Mian Minta Konflik Agraria Bengkulu Segera Dituntaskan

Daerah