ReportTimeNews, Bengkulu — Upaya mendorong kualitas pendidikan di Provinsi Bengkulu terus diperkuat melalui transformasi digital. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI menggelar Workshop Pendidikan bertema implementasi digitalisasi pembelajaran, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu ini diikuti ratusan peserta, mulai dari kepala sekolah hingga guru dari seluruh kabupaten/kota. Workshop menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dody Bayu Artapurta, Prof. Dr. Sudarwan Danim, M.Pd., serta Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd.
Anggota Komisi X DPR RI, Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si., yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan langkah strategis untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan berkualitas,” ujar Dewi Coryati.
Ia juga mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang konsisten mendorong transformasi digital di sektor pendidikan, termasuk kesiapan para guru dan kepala sekolah dalam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Meski demikian, Dewi menegaskan bahwa peran guru tetap menjadi kunci utama dalam proses pendidikan. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, dan inspirator bagi peserta didik di era digital.
“Melalui workshop ini, kami berharap para peserta mampu memahami konsep digitalisasi secara komprehensif dan mengimplementasikannya dalam proses belajar mengajar di kelas,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan digitalisasi pendidikan hingga ke daerah, agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pembelajaran antarwilayah. Dengan demikian, seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Pertama Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Dra. Ninik Purwaning Setyorini, M.Pd., yang diwakili Widyaprada Ahli Madya Direktorat SMP, menyampaikan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan kapasitas guru.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak cukup hanya dari sisi perangkat, tetapi juga harus didukung kompetensi pendidik dalam menciptakan metode belajar yang inovatif dan berpusat pada siswa.
“Kami berharap para guru tidak hanya memahami penggunaan teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya secara efektif dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemerataan digitalisasi pendidikan, sehingga kualitas pembelajaran di seluruh daerah, termasuk Bengkulu, dapat terus meningkat secara berkelanjutan.






