ReportTimeNews, Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKS, Irman Sawiran, menggelar reses masa sidang I tahun 2026 dengan menemui konstituennya pada Minggu 16 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPD PKS Kota Bengkulu tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Gading Cempaka serta Singaran Pati, Kota Bengkulu.
Dalam pertemuan itu, berbagai aspirasi disampaikan warga, dengan persoalan infrastruktur menjadi perhatian utama.
Irman menyebutkan, kebutuhan perbaikan jalan dan drainase masih mendominasi usulan masyarakat. Dimana hal itu menjadi prioritas karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Yang paling utama tetap infrastruktur jalan dan drainase,” ujarnya.
Terkait penganggaran, Irman menjelaskan bahwa alokasi dana pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah.
Politisi PKS ini menyinggung proyeksi pendapatan daerah Kota Bengkulu yang diperkirakan sekitar Rp413 miliar. Namun, capaian tersebut belum tentu menyentuh angka 70 persen, sehingga berpotensi terjadi penyesuaian belanja apabila target APBD tidak tercapai.
“Kalau pendapatan tidak tercapai, tentu ada pengurangan belanja sekitar 30 persen. Itu harus kita antisipasi,” tuturnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, peluang realisasi usulan masyarakat lebih memungkinkan pada APBD murni tahun 2027, bukan pada perubahan anggaran tahun 2026, mengingat kondisi fiskal daerah saat ini.
Menurut Irman, untuk wilayah Gading Cempaka, kondisi infrastruktur secara umum sudah cukup baik dibandingkan sejumlah wilayah pinggiran seperti Kampung Melayu, Padang Serai, dan Muara Bangka Hulu. Karena itu, dirinya menilai usulan pembangunan di daerah yang relatif lebih maju perlu disesuaikan dengan skala prioritas.







