KPID Bengkulu Hadirkan SARAN Awasi Siaran Era Digital

- Reporter

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu meluncurkan aplikasi SARAN atau Sistem Aplikasi Pengaduan Penyiaran sebagai langkah memperkuat pengawasan siaran di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kehadiran aplikasi tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi maraknya potensi pelanggaran isi siaran, penyebaran hoaks, hingga konten yang tidak sesuai dengan norma dan kepentingan publik. Melalui inovasi digital ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menyampaikan laporan terhadap siaran bermasalah.

Peluncuran aplikasi SARAN dilakukan dalam kegiatan bimbingan teknis yang berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (8/5). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan lembaga penyiaran televisi dan radio, media massa, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Ketua KPID Bengkulu, Tedi Cahyono, mengatakan perkembangan media digital menuntut KPID tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memperkuat literasi media di tengah masyarakat.

Menurutnya, ruang siar harus tetap menjadi sarana edukasi dan hiburan yang sehat serta memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002, KPID memiliki fungsi melakukan pengawasan isi siaran lembaga penyiaran yang menggunakan spektrum frekuensi seperti televisi dan radio. Konten yang disiarkan harus sehat, mendidik, menghibur, dan bertanggung jawab,” ujar Tedi.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap anak-anak dan kelompok rentan harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan penyiaran di Indonesia.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat, Aliyah, menjelaskan aplikasi SARAN dirancang sebagai sistem pengawasan penyiaran berbasis digital yang lebih efektif dan transparan.

“Aplikasi SARAN menjadi sarana pelaporan dan pengawasan penyiaran berbasis digital agar pengawasan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,” kata Aliyah.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap pengembangan sistem pengawasan penyiaran tersebut.

Menurut Nandar, aplikasi SARAN menjadi terobosan baru karena terintegrasi dari pusat hingga daerah, sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi mengawasi konten siaran sekaligus memantau tindak lanjut laporan secara terbuka.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen memastikan konten siaran tetap sesuai nilai kebangsaan, etika, dan kepentingan publik,” ujar Nandar.

Berita Terkait

Helmi Hasan Apresiasi Kinerja Bank Bengkulu, Minta Direksi Jaga Kekompakan
Pemutihan Pajak Dongkrak SWDKLLJ Bengkulu, Realisasi Naik 61,92 Persen
Revisi UU Penyiaran Disorot, KPID Bengkulu Bahas Tantangan Era Digital
Senator Destita: Munas PPNI Jadi Panggung Bengkulu Dikenal Nasional
KUA-PPAS Bengkulu Disiapkan Dua Skenario, Infrastruktur Bisa Tembus Rp1 Triliun
Wagub Mian Kejar CKG Bengkulu Tembus 50 Persen pada Akhir 2026
Wagub Mian Tinjau SPAM Pinang Raya: Sesuai Spesifikasi Jadi Syarat Utama
Perkuat Pemberdayaan Desa, Pemprov Bengkulu Siap Sinergi dan Dukung Hibah Aset Balai PPMDDT
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Helmi Hasan Apresiasi Kinerja Bank Bengkulu, Minta Direksi Jaga Kekompakan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Pemutihan Pajak Dongkrak SWDKLLJ Bengkulu, Realisasi Naik 61,92 Persen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Revisi UU Penyiaran Disorot, KPID Bengkulu Bahas Tantangan Era Digital

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Senator Destita: Munas PPNI Jadi Panggung Bengkulu Dikenal Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:03 WIB

KUA-PPAS Bengkulu Disiapkan Dua Skenario, Infrastruktur Bisa Tembus Rp1 Triliun

Daerah