Inklusi Sosial Berbuah Hasil, Senator Destita Gaet Australia Perkuat Pendidikan dan UMKM

- Reporter

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Jakarta – Anggota Komite III DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong perluasan kerja sama antara Indonesia dan Australia yang berdampak langsung bagi daerah, khususnya Provinsi Bengkulu. Hal itu disampaikan dalam pertemuan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI dengan Wakil Duta Besar Australia pada 29 Januari lalu.

Apoteker Lulusan Universitas Indonesia, Destita menilai kerja sama Bengkulu–Australia selama beberapa tahun terakhir telah berjalan efektif, terutama dalam penguatan inklusi sosial. Salah satu kolaborasi yang telah memberi manfaat nyata adalah pendirian desa/kelurahan inklusi difabel di Kabupaten Rejang Lebong dan di Kota Bengkulu.

Ia menjelaskan, kemitraan antara SIGAB (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel) dan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusi/PMMI (Bengkulu) yang didukung Kementerian Australia melalui pembiayaan dana hibah telah dimulai sejak Maret 2024. Program ini mendukung inklusi difabel di enam wilayah dampingan, yakni Desa Kampung Delima, Lubuk Ubar, dan Rimborecap di Kabupaten Rejang Lebong, serta Kelurahan Sawah Lebar, Kebun Roos, dan Anggut Atas di Kota Bengkulu.

“Kita memiliki kerjasama dengan Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong untuk pendirian desa inklusi defable. Jadi kami berterima kasih kerjasama ini sangat membantu kami di Provinsi Bengkulu,” kata Senator.

Selain sektor sosial, Destita mendorong perluasan kerja sama di bidang pendidikan. Ia berharap terjalin kemitraan antara Universitas Bengkulu dengan University of New England (UNE) dan Western Sydney University (WSU), meliputi pertukaran pelajar, beasiswa, dan kolaborasi akademik.

Di sektor ekonomi, Destita menyoroti potensi Bengkulu sebagai penghasil kopi dan beragam produk UMKM. Ia berharap kerja sama dengan Australia juga membuka peluang promosi dan akses pasar bagi UMKM daerah melalui pameran atau eksibisi internasional.

“Potensi UMKM dan produk unggulan Bengkulu sangat besar. Jika pemerintah Australia menggelar pameran atau eksibisi UMKM, kami berharap daerah dapat dilibatkan untuk membawa produk, budaya, dan potensi lokal ke Australia,” ujarnya.

Destita berharap, kerja sama bilateral yang berbasis kebutuhan daerah akan memperkuat hubungan Indonesia–Australia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harpelnas 2026 Jadi Momentum PTP Nonpetikemas Bengkulu Perkuat Layanan Pelanggan
Semangat Hidup William Soeryadjaya: Berjuang, Membangun, Lalu Berserah
Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan
TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu
GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Sinergi Program Bantu Rakyat
Cegah Karhutla Saat Kemarau, Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api
Pemprov Bengkulu Dorong Penyelesaian Lahan PT Bio Nusantara Teknologi
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIB

Harpelnas 2026 Jadi Momentum PTP Nonpetikemas Bengkulu Perkuat Layanan Pelanggan

Selasa, 8 September 2026 - 16:18 WIB

Semangat Hidup William Soeryadjaya: Berjuang, Membangun, Lalu Berserah

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Rabu, 2 September 2026 - 11:39 WIB

GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Daerah

Bengkulu

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Senin, 7 Sep 2026 - 08:29 WIB

Bengkulu

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:25 WIB