Desa Tanah Hitam Juara SADESAHE, Gubernur Helmi Serahkan Hadiah Rp1 Miliar

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu – Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, berhasil meraih Juara I Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida (SADESAHE) dan menerima hadiah sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pada kegiatan Panen Raya Jagung yang digelar Kamis (29/1).

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa program SADESAHE merupakan bentuk komitmen bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, Desa Tanah Hitam menjadi juara pertama. Kepala desanya bahkan sempat tidak percaya, menanam jagung bisa mendapat hadiah Rp1 miliar. Inilah wujud komitmen kuat Pemprov bersama Forkopimda untuk mendukung program Bapak Presiden,” ujar Helmi Hasan.

Ia menjelaskan, SADESAHE bertujuan membangkitkan kembali semangat masyarakat desa untuk bertani sebagai fondasi utama ketahanan pangan. Melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam, diharapkan ketersediaan pangan dapat terjaga sejak tingkat paling bawah.

“Kita ingin masyarakat kembali antusias menanam. Tidak hanya jagung, ke depan juga dikembangkan umbi-umbian, cabai, dan tomat. Harapannya, Indonesia tidak mudah terdampak lonjakan harga bahan pokok karena kita memulainya dari desa,” jelasnya.

Terkait pemanfaatan hadiah Rp1 miliar, Gubernur Helmi Hasan mengimbau agar dana tersebut digunakan untuk menambah lahan tanam dan dijadikan aset milik desa. Menurutnya, pada tahun mendatang tantangan program SADESAHE akan ditingkatkan, salah satunya dengan memperluas lahan hingga dua hektare.

“Kalau uangnya dibagikan bisa memicu konflik. Tetapi jika dibelikan lahan, misalnya dari Rp1 miliar menjadi 10 hektare lahan, itu menjadi kebanggaan desa. Dengan begitu, tidak ada lagi desa atau kelurahan yang tidak memiliki lahan pertanian,” tegasnya.

Sebelum pelaksanaan panen raya, kegiatan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jagung sebagai simbol keberhasilan dan semangat keberlanjutan program SADESAHE.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah daerah, desa, kelompok tani, serta penyuluh pertanian.

Hingga saat ini, program SADESAHE telah diikuti oleh 1.298 desa dengan total luas lahan lebih dari 1.299 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

“Program SADESAHE tidak boleh berhenti sebagai lomba semata, tetapi harus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung stabilitas pangan dan kamtibmas di Bengkulu,” ujar Kapolda.

Adapun daftar pemenang SADESAHE Tahun 2025 adalah sebagai berikut: Juara I diraih Desa Tanah Hitam, Kabupaten Bengkulu Utara, dengan hadiah Rp1 miliar; Juara II Desa Pelajaran II, Kabupaten Kaur, menerima Rp500 juta; Juara III Desa Ulak Lebar, Kabupaten Bengkulu Selatan, memperoleh Rp250 juta. Sementara Juara Harapan I diraih Desa Sumber Rejo, Kabupaten Rejang Lebong, dengan hadiah Rp100 juta; Juara Harapan II Desa Batu Kalung, Kabupaten Kepahiang, Rp75 juta; dan Juara Harapan III Desa Nenggalo, Kabupaten Mukomuko, Rp50 juta.

Selain itu, kategori Desa/Kelurahan Inovatif Teknologi Budidaya Jagung Terbaik diraih Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu. Untuk Lomba Partisipasi Masyarakat dalam Penanaman Cabai Tahun 2025, pemenang diraih oleh Desa Sri Kuncoro Kabupaten Bengkulu Tengah, Desa Tabeak Belau Kabupaten Lebong, dan Desa Sukasari Kabupaten Seluma.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen raya jagung dan penanaman umbi uwi ungu secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harpelnas 2026 Jadi Momentum PTP Nonpetikemas Bengkulu Perkuat Layanan Pelanggan
Semangat Hidup William Soeryadjaya: Berjuang, Membangun, Lalu Berserah
Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan
TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu
Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional
Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi
GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Sinergi Program Bantu Rakyat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIB

Harpelnas 2026 Jadi Momentum PTP Nonpetikemas Bengkulu Perkuat Layanan Pelanggan

Selasa, 8 September 2026 - 16:18 WIB

Semangat Hidup William Soeryadjaya: Berjuang, Membangun, Lalu Berserah

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 September 2026 - 12:35 WIB

Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional

Daerah

Bengkulu

Dari QRIS hingga Kopi, BI Perkuat Wawasan Wartawan

Senin, 7 Sep 2026 - 08:29 WIB

Bengkulu

TNI Turun Tangan Percepat Pembangunan Bengkulu

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:25 WIB