Bengkulu – Anggota DPD RI dari Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2025–2026 di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Sungai Lemau pada Kamis (9/10/2025) pukul 13.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaksana dapur MBG yang menjadi ujung tombak penyediaan makanan sehat bagi anak-anak sekolah di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Senator Destita menyampaikan bahwa reses merupakan momen penting bagi anggota DPD RI untuk menjaring aspirasi langsung dari masyarakat, khususnya pihak-pihak yang berperan dalam pelaksanaan program pemerintah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada manajemen dapur yang baik, distribusi bahan pangan yang lancar, serta dukungan sarana dan sumber daya manusia yang memadai.
Para pelaksana dapur MBG Yayasan Sungai Lemau menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Mereka mengeluhkan keterlambatan distribusi bahan pangan yang sering menghambat jadwal memasak dan pengantaran makanan ke sekolah. Selain itu, keterbatasan tenaga kerja dan peralatan dapur juga menyebabkan beban kerja meningkat dan efisiensi menurun.
Harga bahan pangan, terutama ayam dan telur, yang terus naik tanpa diikuti penyesuaian biaya operasional menjadi tantangan tambahan. Para pelaksana juga menyoroti minimnya pelatihan tentang pengelolaan dapur sehat dan bergizi, serta belum adanya petunjuk teknis (juknis) yang jelas dari pemerintah daerah mengenai standar mutu, porsi, dan pelaporan pelaksanaan MBG.
Menanggapi hal tersebut, Senator Destita mendorong adanya koordinasi lintas dinas antara Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan instansi terkait lainnya untuk memperbaiki sistem distribusi bahan pangan agar lebih tepat waktu.
Ia juga mengusulkan penyesuaian anggaran operasional dapur MBG sesuai dengan fluktuasi harga bahan pangan serta penyediaan pelatihan rutin bagi tenaga dapur mengenai manajemen dapur sehat, keamanan pangan, dan penyajian makanan bergizi seimbang.
“Program MBG ini sangat strategis untuk mendukung generasi sehat dan cerdas. Karena itu, pelaksana di lapangan harus mendapatkan dukungan regulasi, pelatihan, dan fasilitas yang memadai agar program berjalan optimal,” ujar Destita.
Ia juga merekomendasikan agar pemerintah daerah segera menyusun juknis pelaksanaan MBG tingkat daerah yang jelas dan terukur, termasuk standar menu, distribusi, dan pelaporan kegiatan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama dengan koperasi dan BUMDes lokal untuk memastikan ketersediaan bahan pangan segar, sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Kegiatan reses ditutup dengan foto bersama dan makan siang bersama para pelaksana dapur MBG. Senator Destita mengapresiasi semangat dan dedikasi para pengelola yang terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelaksana, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu,” tutupnya.







