ReportTimeNews, Bengkulu – Upaya Senator DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., dalam mendorong penyerapan tenaga kerja migran asal Bengkulu akhirnya membuahkan hasil.
Pemerintah pusat menyetujui pendirian Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Abdul Kadir Karding, saat audiensi dengan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan jajaran di Kantor P2MI, Jakarta, Jumat (18/7).
Usulan pembentukan BP2MI Bengkulu sebelumnya diajukan oleh Destita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian P2MI pada Februari 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Karding menyampaikan tiga program strategis yang akan diluncurkan di Bengkulu: pendirian kantor BP2MI, pembangunan Pusat Pelatihan Calon Pekerja Migran (CPMI), dan pengadaan kelas Kurikulum Khusus di SMK dan Poltekkes untuk menyiapkan tenaga kerja siap ekspor.
Menteri dijadwalkan berkunjung ke Bengkulu pada 28–29 Juli mendatang untuk meninjau dan meresmikan program tersebut.
Senator Destita menyebut, dari target nasional 1,3 juta pekerja migran tahun 2024, baru 300 ribu yang terserap.
“Bengkulu punya potensi besar. Ada 1.500 calon migran. Jika difasilitasi, jumlah ini bisa naik signifikan di 2025,” katanya, Sabtu (19/7).
Dengan adanya BP2MI di Bengkulu, Destita berharap warga bisa berkarier ke luar negeri secara legal dan aman.
“Selama ini stafnya dikirim dari luar. Kami harap kini ada unit permanen di sini,” ujarnya.