Festival Dol Bengkulu, Dewi Coryati : Warisan Musik Dunia yang Membanggakan

- Reporter

Sabtu, 21 Juni 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Komisi X DPR RI melalui anggota dari daerah pemilihan (dapil) Bengkulu, Hj. Dr. Dewi Coryati, menggelar Semarak Budaya Festival Dol 1 di Aula Kampus STIA Bengkulu.

ReportTimeNews, Bengkulu – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi X DPR RI melalui anggota dari daerah pemilihan (dapil) Bengkulu, Hj. Dr. Dewi Coryati, menggelar Semarak Budaya Festival Dol 1 di Aula Kampus STIA Bengkulu. 
Festival ini bertujuan melestarikan dan memperkenalkan alat musik tradisional khas Bengkulu, yakni dol, kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (21/6) ini diikuti oleh tujuh sanggar seni dol dari berbagai wilayah di Bengkulu. 
Hadir sebagai narasumber utama, Bambang Permadi, serta tokoh penting lainnya seperti Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dr. Dewi Coryati, dan Ketua STIA Bengkulu, Gustini.
Dalam sambutannya, Dewi Coryati menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbud atas terselenggaranya festival ini. Ia juga menekankan bahwa inisiatif pelestarian dol adalah bagian dari komitmennya untuk menjaga warisan budaya daerah.
“Dol adalah identitas kebudayaan asli Bengkulu. Alat musik ini bukan hanya unik, tetapi juga memiliki nilai ritual yang sakral. Kita perlu memahami esensinya agar kreativitas tidak menghilangkan identitas,” ujar Dewi.
Ia menjelaskan bahwa dol merupakan hasil asimilasi budaya asing dengan budaya lokal yang akhirnya berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Bengkulu. 
Dewi menambahkan, alat musik dol ternyata hanya ada empat di dunia, salah satunya di Jepang, dan Indonesia — tepatnya di Bengkulu.
“Kita patut bangga. Musik dol adalah kebanggaan dunia yang berakar di tanah kita sendiri. Kini saatnya kita sebarkan ke seluruh provinsi Bengkulu dan integrasikan ke dunia pendidikan,” tambahnya.
Dewi juga menyoroti pentingnya edukasi tentang nilai-nilai ritual dalam penggunaan dol. Menurutnya, dol tidak bisa dimainkan sembarangan, apalagi jika asal bunyi tanpa memahami pola ketukan tradisional yang disebut mempadah.
“Kita tidak boleh asal-asalan dalam berkreativitas. Dol memiliki dasar ketukan yang harus dihormati karena berasal dari tradisi ritual,” tegasnya.
Ke depan, Dewi berharap semarak budaya seperti ini dapat terus dilanjutkan, tidak hanya berhenti pada satu festival. Ia juga mendorong agar sanggar-sanggar dol bisa hadir di seluruh wilayah Bengkulu dan menjadi bagian dari kurikulum budaya di sekolah-sekolah.
“Kita ingin anak cucu kita kelak tetap mengenal dan bangga terhadap budaya dol sebagai milik mereka. Jangan sampai dol hanya tinggal cerita,” tutup Dewi Coryati.
Lebih lanjut Semarak Budaya Festival Dol ini diharapkan menjadi batu loncatan penting untuk menjadikan dol bukan hanya sebagai warisan lokal, melainkan simbol budaya nasional yang mendunia.
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi
Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan
Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa
Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan
Pekan Depan, Gubernur akan Berkantor di Pulau Enggano
Dari Perut Bumi Hululais, Bengkulu Menuju Energi Ramah Lingkungan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan

Daerah