TPID: Perkuat Peran Koperasi Merah Putih untuk Ketahanan Pangan Daerah

- Reporter

Rabu, 4 Juni 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Biro Ekonomi bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu menggelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).


ReportTimeNews, Bengkulu –
Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi, Pemerintah
Provinsi Bengkulu melalui Biro Ekonomi bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan
Bengkulu menggelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Penjabat Sekretaris Daerah
Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan acara ini menjadi momentum
strategis membangun Bengkulu yang mandiri dan berdaya saing.

“Meski menghadapi
tantangan ekonomi global seperti ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok,
hingga pengetatan moneter, ekonomi Bengkulu tetap tumbuh positif sebesar 4,84
persen pada triwulan I tahun 2025. Angka inflasi pun relatif rendah di 0,39
persen, namun kita tetap harus waspada terhadap tekanan inflasi pangan yang
sangat sensitif terhadap kondisi pasokan,” ujar Herwan Antoni dalam sambutannya
di Aula Bapelkes, Selasa(3/6).

Salah satu langkah konkret
yang didorong oleh Pemprov Bengkulu adalah pembentukan Koperasi Desa Merah
Putih, yang akan berperan sebagai agregator komoditas serta menjembatani akses
pembiayaan bagi petani kecil dan pelaku usaha mikro. Skema ini akan
memanfaatkan dukungan dari lembaga keuangan syariah, perbankan digital, dan
sinergi antar pemangku kepentingan.

“Koperasi Merah Putih
bukan hanya wadah ekonomi desa, tetapi juga pilar ketahanan pangan lokal.
Digitalisasi koperasi, pelatihan manajemen usaha, serta kolaborasi lintas
sektor dengan OJK dan perbankan menjadi fokus utama penguatan kelembagaan,”
terang Herwan

Selain itu, dukungan data
dan analisis dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kolaborasi erat dengan
pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam percepatan program ini.
Pendekatan berbasis data diharapkan mampu mengidentifikasi titik rawan inflasi
serta menyusun intervensi yang tepat sasaran.

“Pembangunan Bengkulu yang
mandiri dan sejahtera harus dimulai dari desa. Ketika petani memiliki akses
pasar dan pembiayaan, serta terlindungi dari gejolak harga, maka ketahanan pangan
dan kesejahteraan akan meningkat secara simultan,” tutup Herwan Antoni.

Dengan sinergi yang kuat
antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dan masyarakat,
kegiatan capacity building TPID ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam
penguatan sistem pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi desa di Provinsi Bengkulu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi
Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan
Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan
Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu
Dari Perut Bumi Hululais, Bengkulu Menuju Energi Ramah Lingkungan
Pekan Depan, Gubernur akan Berkantor di Pulau Enggano
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan

Daerah