Foto : Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si, menyelenggarakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat yang melibatkan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat di Bengkulu.
ReportTimeNews, Bengkulu : Dalam rangka memperkuat sistem demokrasi di Indonesia, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si, menyelenggarakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat yang melibatkan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat.
Acara ini berlangsung di Aula Tri Mandiri Sakti, Kota Bengkulu, pada Senin, (22/4/2025) dan menghadirkan narasumber Dr. Rahimandani.
Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi serta edukasi publik mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berintegritas, terutama melalui pelaksanaan Pemilu.
“Demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila. Untuk memperkuatnya, masyarakat perlu memahami esensi demokrasi itu sendiri, terutama generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan bangsa,” ujar Dewi Coryati dalam sambutannya.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI ini, gejala pelemahan demokrasi saat ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan sosialisasi yang memadai. Untuk itu Dewi menekankan bahwa Pemilu adalah instrumen utama demokrasi yang memungkinkan rakyat secara sah memilih pemimpin eksekutif dan legislatif.
“Demokrasi itu hidup dari partisipasi. Kalau ingin demokrasi kita kuat, masyarakat harus ikut ambil bagian. Datang ke TPS, gunakan hak pilih, bahkan kalau mampu, silakan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat atau pemimpin daerah,” tegas Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini.
“Kita tidak boleh memilih karena imbalan sesaat. Pilih calon berdasarkan kemampuan, integritas, dan program kerja mereka. Kalau kita dukung pemimpin yang tepat, mereka akan bekerja lebih baik karena tidak terbebani oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek,” jelas Dewi.
Lebih lanjut dari kegiatan ini juga ingin mendengar langsung bagaimana pemahaman masyarakat terhadap demokrasi, sekaligus menyerap aspirasi mereka sebagai bahan perumusan kebijakan ke depan.
“Ini penting agar wakil rakyat tahu apakah pemahaman masyarakat terhadap demokrasi sudah sesuai atau masih perlu ditingkatkan,” demikian tutup Dewi.







